Menjadi Manusia Merdeka

Posted 9 July 2008 by Fathul Wahid
Categories: Uneg-uneg

I decided long ago, never to walk in anyone’s shadows
If I fail, if I succeed
At least I’ll live as I believe
No matter what they take from me

Begitulah potongan lirik lagu Whitney Houston yang berjudul “Greatest Love for All”.  Makna lirik tersebut sangat dalam. Bagi saya itulah hakekat orang merdeka, tidak berjalan di bawah bayang-bayang orang lain. tentu saya hal ini bukan berarti kita tidak butuh orang lain. Cinta orang lain kepada kitalah yang memungkinkan kita untuk merdeka. Read the rest of this post »

Homo Luden

Posted 3 July 2008 by Fathul Wahid
Categories: Uneg-uneg

Dalam beberapa minggu terakhir, di kampus, dalam rangka memeriahkan milad, diadakan beberapa acara. Mulai yang bersifat akademik, sampai pertandingan olahraga untuk keakraban. Banyak hal menarik yang saya amati, khususnya dalam pertandingan olahraga. Saya kebetulan ikut berpartisipasi dalam beberapa cabang dengan niat untuk keakraban. Pada sebuah pertandingan sepakbola antar fakultas, tidak jarang, atau malah diharapkan, dijadikan forum “ledek-meledek” tanpa motivasi melecehkan, seperti kata Tukul Arwana. Jika suasana seperti yang terjadi, yang ada hanya kebahagiaan. Menang-kalah urutan nomor 27, alias tidak menjadi prioritas. Read the rest of this post »

“Siapakah” UII?

Posted 11 June 2008 by Fathul Wahid
Categories: Manajemen Perguruan Tinggi, Uneg-uneg

Beruntung saya bisa mengikuti sebuah seminar nasional memperingati 100 tahun M. Natsir (1908-2008). Seminar diselenggarakan di Auditorium Kahar Muzakkir UII dengan menghadirkan beberapa pembicara yang berbicara dalam berbagai perspektif, mulai Sri Sultan Hamengkubuwono X, Prof. Joko Suryo (sejarawan UGM), Prof. Fachry Ali (UIN Syarif Hidayatullah), Habib Chirzin (tokoh pergerakan Islam, yang senang menyebut pekerjaannya “seminaris”) , dan Prof. Edy Suandi Hamid (Rektor UII).

Kesimpulan saya, M. Natsir adalah manusia langka. Salah satu tokoh terbaik yang diberikan Allah kepada bangsa ini. M. Natsir adalah tokoh yang pemikirannya melebihi zamannya. Dia seorang multi-linguist, menguasa banyak bahasa: Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan Arab. Dari pemikiran dan tekatnya lah, UII lahir. M. Natsir adalah sekretaris Dewan Kurator UII ketika pertama kali di dirikan dengan nama Sekolah Tinggi Islam, di Gondangdia, Jakarta pada 27 Rajab 1364 H yang bertepatan dengan 8 Juli 1945. Ketua Dewan Kurator adalah bapak bangsa Dr. Moh. Hatta, dan Rektor pertama UII adalah Prof. K. H. Abdul Kahar Mudzakkir. Read the rest of this post »

Ketika Nilai Pribadi Menjadi Norma Sosial

Posted 5 June 2008 by Fathul Wahid
Categories: Manajemen Perguruan Tinggi, Uneg-uneg

Setiap orang mempunyai cara yang berbeda menginternalisasikan nilai pada dirinya. Banyak sumber nilai yang digunakan, mulai dari ajaran agama sampai dengan refleksi atas norma sosial yang berlaku. Tidak jarang hasil internalisasi ini berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Dalam konteks ini, perbedaan yang ada harus disikapi dengan arif, saling memahami, dan bukan sebaliknya memaksakan nilai pribadi menjadi aturan atau norma sosial.

Kalau ada seseorang, yang kebetulan diberi amanah pada jabatan tertentu misalnya, yang suka bekerja keras, sebagai manifestasi nilai pribadi yang diyakini, sehingga melebihi jam kerja normal, tidak lantas semua bawahannya harus seperti dia. Apa jadinya jika semua bawahan harus seperti itu? Konflik dalam tingkatan tertentu pasti akan muncul. Ini adalah contoh ketika nilai pribadi dipaksakan menjadi normal sosial. Entitas sosial dalam contoh ini adalah organisasi. Read the rest of this post »

Know-How

Posted 18 May 2008 by Fathul Wahid
Categories: Buku

Tak terasa sudah satu bulan saya tidak posting satu pun di blog ini. Banyak sebenarnya yang ingin ditulis, tetapi energi dan waktu kadang berkata lain. Halah .. alasan saja. :-) Di sela-sela aktivitas harian, alhamdulillah masih ada sebagian waktu yang tersisih untuk membaca. Buku karya Ram Charan, seorang konsultan manajemen kelas jagat, yang berjudul “Know How: The 8 Skills That Separate People Who Perform from Those Who Don’t”, menarik perhatian saya ketika berjalan-jalan di toko buku.

Berbekal analisis terhadap pengalamannya yang berwarna dan kaya, Ram Charan, menyimpulkan 8 know how yang harus dimiliki oleh pemimpin perusahaan untuk bisa menjadi pemimpin dan memenangkan persaingan yang semakin ketat dengan konstelasi yang terus berubah dengan sangat cepat. Apa saja 8 kemampuan tersebut? Read the rest of this post »