Predictably Irrational

16 November 2009

Predictably Irrational“Anda boleh tidak mengikuti perkuliahan sebanyak tiga kali, untuk tetap berhak mendapatkan nilai A,” demikian yang selalu saya katakan di setiap pertemuan pertama kelas. Selama beberapa tahun, semua mahasiswa setuju. Bagaimana jika yang saya munculkan, untuk tetap berhak mendapatkan nilai A, mahasiswa harus masuk 75% dari total pertemuan. Beberapa mungkin tidak setuju. Apa bedanya, tidak masuk tiga kali, dan masuk 75% untuk total pertemuan 14 kali? Tidak ada. Read the rest of this entry »


Gerakan Rakyat 2.0

12 November 2009

Dalam beberapa minggu terakhir, rakyat disuguhi tontonan perseturuan antarlembaga negara pengawal hukum, Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) versus Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Beragam skenario berkembang, berbagai macam dugaan masih mencari jawab. Rakyat nampaknya sudah mulai eneg dengan suguhan tontonan yang nampaknya masih panjang untuk menyelesaikan episode terakhir. Read the rest of this entry »


4 November 1989: UII 20 tahun lalu

3 November 2009

Adakah yang bisa menjelaskan apa yang terjadi di UII 20 tahun yang lalu? Tepat pada 4 November 1989, menurut informasi sepotong-sepotong yang saya dapatkan telah terjadi peristiwa besar yang mengisahkan keteguhan dalam bersikap, ketegasan dalam melawan kebatilan. Adakah yag masih ingat peristiwa penting itu? Ada tokoh sentral yang bernama Slamet Saroyo yang menjadi syahid kalau tidak salah.


Budaya membaca dan menulis

1 November 2009

Seorang kawan, sewaktu saya masih di bangku kuliah S1, mempunyai komitmen untuk meluangkan waktu minimal 30 menit per hari untuk membaca buku. Dia merasa berdosa kalau komitmen ini tidak tertunaikan. Luar biasa! Saya tahu betul kawan tersebut memang menjaga komitmen. Sudah lama saya tidak kontak dengan dia sejak kepindahan saya dari Bandung tahun 1997. Kabar terakhir yang saya dengar, dia sekarang menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung. Read the rest of this entry »


Menjadi aktivis mahasiswa? Kok repot-repot

30 October 2009

Jangan mengambil kesimpulan sebelum membaca tulisan ini sampai titik terakhir. Saya teringat belasan tahun lalu ketika masih kuliah dan seorang kawan berkata kepada saya, “Ngapain aktif di kemahasiswaan”. Saya hanya kaget dan terdiam waktu itu, tetapi saya juga paham latar belakang kawan yang mengatakan tadi. Tidak ada untungnya berdebat dengan dia.
Read the rest of this entry »