What the dog saw

8 February 2010

what the dog sawBeruntung beberapa hari yang lalu masih bisa menyempatkan diri ke toko buku sepulang kerja. Ada buku titipan istri yang saya cari tetapi tidak ditemukan di toko tersebut. Dalam rak yangsaya lihat, saya temukan buku kolega saya, Revianto Budi Santosa, dalam bahasa Inggris tentang kehidupan di Kotagede berjudul “Life between Walls” terbitan Gramedia. Tidak ada kaitannya dengan es krim. :-) Kebetulan sampul plastik sudah terbuka. Saya baca sekilas. Menarik sekali. Read the rest of this entry »


Remunerasi atau renumerasi

8 February 2010

Sebuah teks berjalan di televisi menyebut “Pemerintah menaikkan renumerasi pejabat”. Dalam banyak kesempatan, kita juga mendengar kata renumerasi. Sepintas tidak ada yang salah dengan kata tersebut. Jika Anda menganggap kata tersebut benar, Anda tidak sendiri. Pencarian yang saya dilakukan di Google.com pada halaman berbahasa Indonesia menemukan 42.400 entri. Untung saja, kata remunerasi muncul pada 914.000 entri. Read the rest of this entry »


Gus Dur dan Pluralisme

1 January 2010

Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Gus Dur telah dianggap cukup oleh Allah menjalankan misinya di dunia. Gus Dur Allahu yarham dipanggil pulang pada 30 Desember 2009.

Saya tidak kenal secara pribadi dengan beliau meskipun mempunyai nama belakang sama. :-) Tetapi saya termasuk penikmat dan mengikuti pemikiran-pemikirannya, bahkan sejak saya di bangku SMA, sekitar 20 tahun yang lalu. Saya banyak membaca tulisan-tulisan Gus Dur, termasuk yang lumayan banyak dimuat Majalah Prisma pada waktu itu. Bahkan tulisan-tulisan Gus Dur sewaktu masih menjadi guru di Madrasah Aliyah di Jombang pun saya pernah baca. Read the rest of this entry »


Calon pemimpin kampus

19 December 2009

Suatu ketika saya sedang ngobrol dengan beberapa kawan dan saya ditanya seorang kawan, “Siapa yang pantas jadi rektor?”. Waduh. Jawaban saya kadang asal, kadang agak serius.

Ini adalah jawaban saya yang agak serius bak analis di banyak stasiun televisi. Seorang rektor harus dapat membawakan tiga peran sekaligus: akademisi, manajer, dan politisi. Pada suatu saat, dia adalah akademisi. Dan sampai saat ini di Indonesia, belum banyak rektor yang dari kalangan non-akademisi. Secara keilmuan, dia harus menguasai bidangnya. Didengar ketika dia berbicara dan berkomentar di bidangnya. Dihormati kepakarannya dalam lingkungannya. Singkatnya, dia harus academically proven. Read the rest of this entry »


Qul ma ta’lam wala taqul kulla ma ta’lam

8 December 2009

Saya lupa, itu ungkapan hadits atau ‘hanya’ sebuah kalimat dalam bahasa Arab. Saya dengar kalimat ini pertama kali lebih dari 20 tahun yang lalu. Seingat saya kalimat ini terkait dengan mantiq, ilmu logika, sebuah ilmu yang membahas tentang alat dan formula berpikir, sehingga seseorang yang menggunakannya akan selamat dari cara berpikir salah. Read the rest of this entry »


Photocopy, fotocopy, fotocopi, fotokopy, atau fotokopi

30 November 2009

Berikut saya tampilkan hasil pencarian menggunakan mesin pencari Google untuk kata-kata di atas dari halaman berbahasa Indonesia yang merupakan serapan dari kata photocopy (dalam bahasa Inggris). Kata kunci fotocopy menghasilkan 355.000 entri, fotokopi 250.000, fotocopi 15.500, fotokopy 13.000, dan photocopi 219 entri. Anda mungkin ingin menambahkan ragam lain seperti photo kopi (dengan spasi) dan lain-lain, seperti yang biasa Anda lihat di papan nama yang tersebar di sepanjang jalan raya. Read the rest of this entry »


Praktek atau praktik, apotek atau apotik

30 November 2009

“Praktek” nampaknya merupakan salah satu kata yang paling sering digunakan dalam banyak ragam. Kita mengenal kerja praktek, malpraktek, praktek dokter, dan sebagainya. Pencarian menggunakan kata-kunci “praktek” di mesin pencari Google menemukan 1.350.000 entri. Tahukah Anda bahwa kata “praktek” adalah kata serapan yang tidak baku dan menyalahi Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI)? Read the rest of this entry »


Predictably Irrational

16 November 2009

Predictably Irrational“Anda boleh tidak mengikuti perkuliahan sebanyak tiga kali, untuk tetap berhak mendapatkan nilai A,” demikian yang selalu saya katakan di setiap pertemuan pertama kelas. Selama beberapa tahun, semua mahasiswa setuju. Bagaimana jika yang saya munculkan, untuk tetap berhak mendapatkan nilai A, mahasiswa harus masuk 75% dari total pertemuan. Beberapa mungkin tidak setuju. Apa bedanya, tidak masuk tiga kali, dan masuk 75% untuk total pertemuan 14 kali? Tidak ada. Read the rest of this entry »


Gerakan Rakyat 2.0

12 November 2009

Dalam beberapa minggu terakhir, rakyat disuguhi tontonan perseturuan antarlembaga negara pengawal hukum, Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) versus Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Beragam skenario berkembang, berbagai macam dugaan masih mencari jawab. Rakyat nampaknya sudah mulai eneg dengan suguhan tontonan yang nampaknya masih panjang untuk menyelesaikan episode terakhir. Read the rest of this entry »


4 November 1989: UII 20 tahun lalu

3 November 2009

Adakah yang bisa menjelaskan apa yang terjadi di UII 20 tahun yang lalu? Tepat pada 4 November 1989, menurut informasi sepotong-sepotong yang saya dapatkan telah terjadi peristiwa besar yang mengisahkan keteguhan dalam bersikap, ketegasan dalam melawan kebatilan. Adakah yag masih ingat peristiwa penting itu? Ada tokoh sentral yang bernama Slamet Saroyo yang menjadi syahid kalau tidak salah.