Perjalanan Sebuah Buku Diffusion of Innovations

diffusionIni adalah kolekasi buku kedua saya dengan judul yang sama. Buku ini harus dipesan lewat Amazon.com karena tidak dijual di Indonesia. Banyak cerita yang menyertai buku dengan judul Diffusion of Innovation karya Everett M. Rogers ini. Buku pertama, saya beli tahun 2002 ketika sedang sekolah di Norwegia. Buku setebal 550 halaman ini nampaknya sudah saya baca berkali-kali. Ada sesuatu yang luar biasa di sana. Betapa tidak, edisi pertama buku ini terbit tahun 1962 dan selalu direvisi dengan tambahan kasus-kasus modern sampai tahun 2003; 41 tahun.

Pada tahun 2003, seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Bandung kirim e-mail ke saya. Niatnya sederhana: pinjam buku untuk difotokopi. Dia sengaja datang dari Bandung dan bertamu ke rumah saya untuk meminjam beberapa jam buku tersebut untuk dikopi. Malam harinya pun dia kembali ke Bandung. Luar biasa perjuangan mahasiswi ini untuk mendapatkan beberapa bab dalam buku ini. Dia tahu saya mempunyai buku tersebut karena membaca salah satu tulisan saya yang bisa diakses di Internet dan salah satu pustakanya adalah buku ini.

Seingat saya, buku ini pun pernah saya pinjamkan ke beberapa orang. Beberapa memfotokopi. Sampai akhirnya saya lupa telah dipinjam oleh siapa. Hilanglah buku ini! Tidak mengapa. Pepatah Yunani mengatakan, “Ketika kita meminjamkan buku ke seorang kawan, maka kita akan kehilangan buku. Dan, ketika Anda meminjamkan buku kepada musuh, maka kita akan datang kawan”. Nampaknya kawan saya yang pinjam juga mengamalkan pepatah Yunani yang lain. “Hanya orang bodoh yang meminjamkan buku kepada orang lain, dan lebih bodoh lagi orang yang meminjam buku dan mengembalikannya.”

Moralnya adalah bahwa buku sangat berharga. Buku yang belum Anda baca bahkan jauh lebih berharga dibandingkan buku yang telah Anda baca. Sudahkan Anda meluangkan waktu untuk membaca hari ini?

4 Responses to “Perjalanan Sebuah Buku Diffusion of Innovations”

  1. ahmadhanafi Says:

    makasih pak referensinya.

  2. Subhan Afifi Says:

    Pertanyaan bodoh : “Boleh pinjem gak?”…hehe.

  3. Fathul Wahid Says:

    @Mas Hanafi, Sama-sama Mas. Masih di Yogya kah?

    @Mas Subhan, Silakan pak, tetapi dikembalikan ya. Tidak akan saya anggap “bodoh” deh kalau tetap dikembalikan. :-)

  4. ahmadhanafi Says:

    Masih pak. Sekarang sudah stop kerja, untuk nyelesein tesis (masih nyisa dikit amanat kelas). Maaf ya pak, saya mengecewakan. udah diberi rekomendasi malah nggak lulus2. :(

Leave a Reply