Analisa atau analisis

Tidak jarang saya harus memberikan ’kuliah’ bahasa Indonesia kepada beberapa mahasiswa yang saya bimbing dalam penulisan Tugas Akhir. Sebabnya sangat sederhana: banyak di antara mereka yang mengabaikan tatacara penulisan bahasa Indonesia yang benar.

Berdasar kesadaran tersebut, saya akan mencoba secara rutin mengisi entri dalam blog ini secara ringan dengan masalah-masalah penggunaan Bahasa Indonesia yang ditemukan dalam keseharian, terutama dalam ragam ilmiah. Dalam menulis, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI) yang dikembangkan oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional akan dijadikan acuan utama

Manakah yang benar, analisa atau analisis? Peneliti sedang menganalisis masalah ataukah peneliti sedang menganalisa masalah? Sebagian pendapat mengatakan yang terpenting adalah konsisten dalam penggunaan. Tetapi benarkah demikian? Kedua istilah ini, analisa dan analisis, sama-sama cukup banyak digunakan. Penelurusan saya melalui google.com untuk halaman berbahasa Indonesia menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan. Kata analisa muncul sebanyak 770.000, sedang analisis sekitar 100.000 di bawahnya, yaitu 668.000. Dengan demikian, apakah analisa adalah kata yang tepat?

Pembentukan istilah bahasa Indonesia perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling tepat untuk mengungkapkan konsep termaksud dan yang tidak menyimpang dari makna itu.
2. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling singkat di antara pilihan yang tersedia yang mempunyai rujukan sama.
3. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang bernilai rasa (konotasi) baik.
4. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang sedap didengar (eufonik).
5. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang bentuknya seturut kaidah bahasa Indonesia.

Menurut Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI), kata dengan sufiks atau akhiran -sis (dalam bahasa Inggris) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi -sis, dan bukan -sa. Analisis adalah istilah yang tepat untuk menyerap kata analysis. Menurut KBBI, analisis adalah kata benda yang berarti penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Nosi lain untuk analisis adalah penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya dan pemecahan persoalan yang dimulai dengan dugaan akan kebenarannya.

Orang yang melakukan analisis disebut dengan analis yang merupakan serapan dari kata analyst dalam bahasa Inggris. Kita mengenal istilah analis kimia atau analis sistem.

Jadi, mulai sekarang, gunakan analisis dan bukan analisa ketika Anda menulis! Ini bukan masalah halal atau haram. Ini adalah masalah taat asas dan untuk menghindari kesalahan turun-temurun dalam menggunakan bahasa Indonesia yang akan sulit untuk dikoreksi.

About these ads
19 comments
  1. bay said:

    terima kasih pak atas infonya…

  2. saya said:

    makasi infonya …. ^_^

  3. andri said:

    infonya sangat membantu pak dalam judul skripsi saya. terimakasih

  4. dhany said:

    inilah hebatny orang indonesia. ada rumus noun+ing, analisis(noun) menganalisis(noun+ing).
    kalo emang dr bahasa english:
    analyse(v), analysing(v+ing), analysis(n). jadi kalo d indo, menganalisis->analisysising! bravo. hidup indo!

  5. obby said:

    sangat membantu :)
    saya dari dulu bingung juga. akhirnya menemukan ini
    thanks

  6. putri said:

    membantu sekali infonya…Terimakasih

  7. Bagaimana dengan Analytics? Apakah kata BAKU-nya menjadi analitik? Tampaknya, analytics itu seperti perihal menganalisis sesuatu. Dalam Wikipedia, Analytics adalah “the science of analysis”.

    • Fathul Wahid said:

      Kalau mengikuti kaidah, harusnya analytics diindonesiakan menjadi analitika. Persis dengan statistics menjadi statistika (atau ilmu statistik), economics menjadi ekonomika (atau ilmu ekpnomi), politics menjadi politika (atau ilmu politik), informatics menjadi informatika. Akhiran ‘s’ dalam kata-kata ini menunjukkan ‘ilmu’.

    • Kalau begitu, Web Analytics dibakukan menjadi Analitika Ramatraya (dari kata web, saya juga temukan di wikipedia-ID) atau Analitika Web? Kok, jadi aneh, ya? Bagaimana bila diterjemahkan ke Penganalisis Ramatraya atau Penganalisis Web? Manakah yang lebih baik?

      • Fathul Wahid said:

        Berdasar pengamatan saya, dalam berbahasa seringkali ada pengecualian dan mempertimbangkan nilai rasa. Karenanya, misalnya, dalam bahasa Arab terdapat ilmu i’lal yang menjelaskan mengapa pengecualian tersebut terjadi.

        Web analytics — pilihan terjemahannya: Analitika Web (yang mungkin terasa aneh karena istilah baru), Ilmu Analisis Web (lebih enak didengar dan dipahami nampaknya), atau usulan Mas Bayu, Penganalisis Web (hanya saja ini tidak mengindikansikan sains atau ilmu, tetapi alat untuk menganalisis). Saya cenderung tidak menerjemahkan kata ‘Web’ (dengan ‘w’ kapital) untuk tidak mengaburkan arti.

        Ada pendapat lain? ;-)

      • Berarti bila ini adalah sebuah perangkat lunak, kata “Web analytics”, dapat diterjemahkan menjadi “Penganalisis Web”? Karena hal yang sering saya temui adalah ini berupa perangkat lunak atau berupa layanan berbasis web.

      • Fathul Wahid said:

        Kalau konteksnya itu, mungkin lebih tepat dengan ‘Sistem Penganalisis Web’, atau ‘Perangkat Lunak Penganalisis Web’, atau ‘Software Pengalisis Web’, atau versi pendeknya, seperti usulan Mas Bayu, ‘Penganalisis Web’. Ada baiknya, ketika digunakan, diberikan definisi pada saat kemunculan pertama.

    • Fathul Wahid said:

      Dalam Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI), disebutkan bahwa akhiran -se (Belanda), -sis (Inggris) menjadi -sis ketika diserap, dan ini tidak ada kaitannya dengan apakah bentuknya kata benta atau kata kerja. Kalau toh dalam praktik, terdapat variasi diserap dengan ‘sa’ kita tidak bisa memungkiri. Panduan sangat mungkin berubah sejalan dengan waktu, dan merupakan produk kesepakatan. Kalau kita sepakat dengan akhiran ‘sa’ tidak apa-apa juga.

      Sebagai contoh, saat ini menurut KBBI yang baku tidak lagi obyek dan subyek, tetapi objek dan subjek. Nah lho? Saya tidak tahu sejak kapan berubah. Aturan berbahasa hanya masalah kesepakatan orang banyak. :-)

  8. Herlina said:

    Pak Fathul, bagaimana dengan penggunaan minimum dan minimal? Manakah yg lebih tepat? ataukah bergantung pada konteks kalimatnya? Trm ksh.

  9. Googling “analisa vs analisis” yang pertama muncul adalah blog-nya Pak Fathul.. Langsung baca..

    Terima kasih infonya, Pak.. :)

  10. edo prabowo said:

    saya jg turut menghaturkan banyak terima kasih atas informasi yang diberikan yang sangat bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 48 other followers

%d bloggers like this: