Budaya membaca dan menulis

Seorang kawan, sewaktu saya masih di bangku kuliah S1, mempunyai komitmen untuk meluangkan waktu minimal 30 menit per hari untuk membaca buku. Dia merasa berdosa kalau komitmen ini tidak tertunaikan. Luar biasa! Saya tahu betul kawan tersebut memang menjaga komitmen. Sudah lama saya tidak kontak dengan dia sejak kepindahan saya dari Bandung tahun 1997. Kabar terakhir yang saya dengar, dia sekarang menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung.

Komitmen dia terus terang menginspirasi saya pada saat itu. Komitmen nyatanya adalah dengan mengalokasikan uang untuk beli buku minimal satu buah dalam satu bulan. Sampai saat ini pun, cerita tentang kawan tersebut sering saya putar ulang setiap kali menyemangati mahasiswa untuk gemar membaca. Apapun.

Komitmen membangun budaya membaca ini sangat penting di Indonesia yang secara umum minat baca masyarakat sangat rendah. Ada banyak sebab, mulai dari budaya yang tidak pernah dibangun sampai masalah daya beli. Saya teringat ketika saya beberapa kali berkunjung ke rumah orang yang sudah tua di Norwegia ketika masih sekolah di sana. Rak bukunya terisi dengan buku-buku baru, termasuk yang saya ingat betul, novel tulisan Salman Rushdi yang dilarang di Indonesia. Membaca telah menjadi budaya di sana. Di Indonesia, bisa jadi, ‘keterserapan’ bacaan ini menyebabkan budaya menulis buku yang juga rendah.

Statistik menunjukkan bahwa dalam satu tahun, Indonesia yang berpenduduk lebih dari 225 juta jiwa baru sanggup menerbitkan sekitar 8.000 judul buku. Jumlah ini sama dengan Malaysia yang berpenduduk sekitar 27 juta jiwa dan jauh di bawah Vietnam yang bisa mencapai 15.000 judul buku per tahun dengan jumlah penduduk sekitar 80 juta jiwa. Di Jepang, tidak kurang dari 60.000 judul buku diterbitkan setiap tahunnya, sedangkan di Inggris angkanya bahkan lebih besar, per tahunnya buku yang diterbitkan bisa mencapai 110.155 judul. Angka itu baru dilihat dari jumlah judul buku, belum mencakup penghitungan oplah.

Sudahkan Anda membaca atau menulis hari ini?

Leave a Reply