Jejak kehidupan

Dilahirkan dari keluarga sederhana di sebuah desa kecil di ujung selatan Kabupaten Jepara. Anak sulung dari empat bersaudara. Masa kecil sampai SD dihabiskan di desa. Pendidikan dasar ditamatkan pada tahun 1986 di SDN Teluk Wetan III Welahan Jepara, sambil mendalami agama di Madrasah Diniyyah Awwaliyah Al-Ishlah di desa yang sama.

Tahun 1986 hijrah ke Kudus untuk menempuh Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kudus. Selama di MTsN, juga bersekolah di Madrasah Diniyyah Mu’awanatul Muslimin di Komplek Masjid Menara Kudus, dan “nyantri kalong” di Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin, Jagalan, Kudus.

Tahun 1992, memberanikan diri sekolah di Yogyakarta. Di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, pendidikan SMA ditamatkan, pada saat-saat awal sambil “ngekos” di dekat Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak supaya masih bisa dikit-dikit mengaji.

Selepas SMA, pada tahun 1992, sempat “mampir” satu tahun di Jurusan Manajemen Universitas Gadjah Mada, sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan S1 di Jurusan Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung pada tahun 1997. Pada tahun yang sama, bergabung dengan Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta sebagai dosen. Impian sejak lama, dan Allah mempercepat waktunya. Beberapa bulan setelah bekerja, memberanikan diri menikahi seorang gadis cantik, Nurul Indarti, dari Yogyakarta. Pada 23 Agustus 1999, dikaruniai amanah berupa gadis kecil bernama Aqila Salma Kamila.

Setelah de facto bergabung dengan UII selama hampir tiga tahun, tetapi de jure dua tahun, mendapatkan nikmat dari Allah berupa kesempatan menemani istri sekolah, sambil sekolah, di Norwegia. Tahun 2000, mengikuti kursus Bahasa dan Budaya Norwegia bersama istri di Hogkolen i Bo, Telemark, Norwegia, dan pada tahun 2001 memasuki Program Master Sistem Informasi, University of Agder. Mulai awal 2003, menghabiskan waktu di Bergen untuk menulis tesis dengan bimbingan jarak dari Claremont, sambil menemani istri yang sedang mengambil masternya yang kedua di Norgeshandelhoyskole (NHH). Kembali ke tanah air pada pertengahan tahun 2003.

Sejak saat itu, waktu dihabiskan sebagai karwayannya Gusti Allah di UII dan melayani keluarga kecil bersama gadis kecil yang sekarang sudah berumur 10 tahun (kelas ID5 di De Groningse Schoolvereniging, Groningen, Belanda) dan seorang istri yang sedang berjuang menyelesaikan program doktor di University of Groningen, Belanda.

40 Responses to “Jejak kehidupan”

  1. hudi Says:

    orang jepara ya.. wah sama mas, saya juga asli pecangaan.
    Salam kenal

    Hudi

  2. Fathul Wahid Says:

    @Mas Hudi, Salam kenal juga mas.

  3. Erwin Says:

    Pak Fathul adalah Dosen ku. Ingat sekali, waktu kuis[ Algoritma dan Pemrograman I & II ] siapa yang dapat Nilai Sempurna di Kasih Uang.

  4. Allez Says:

    you are ‘the Special One’ in Informatic Community…!!!
    – the Special One not like Mr. Jose — …

  5. zeindrisaputra Says:

    Ass,
    wah kalau bapak tamat SD-nya tahun 1986, saya baru lahir tu pak.
    Tp saya sangat salut sama bpk krn pengalaman yg se-abrek dan berani mencoba, itu semua memberi contoh dan motivasi bagi saya. Apa lg saya kagum dgn kewibawaan bpk, saya ingin sekali seperti bpk tp keberanian dalam diri blm muncul sedikit pun. (Masih gugup bgt gtu pak berbicara didpn umum.)
    Salam knl aja ya pak, saya selalu bangga dgn bapak. Wsslm.

  6. Fathul Wahid Says:

    @Mas Erwin, Sukses selalu, malah saya sendiri sudah lupa kalau dulu sering memotivasi mahasiswa di kelas dengan hadiah uang. :-D Sekarang masih sama mas, tetapi dalam bentuk yang lain, seperti tugas yang bagus dibeli untuk diterbitkan dalam bentuk buku.

    @Mas Allez, Thanks.

    @Mas Zeindri, Dalam kehidupan ada tahapan. Tahapan bisa dilalui dengan cepat atau lambat adalah pilihan kita. Berlatih membuat sempurna.

  7. Susilo Psikologi Says:

    Assalam…
    Saya dengar dari Pak arif HIdayat kalau UII mau bikin UKM centre , FTI embrionya…, kalau boleh saya mohon waktu diskusi sama pak fathul…., rencana tesis saya juga tentang UKM.. Kalau punya waktu, pak fathul yang tentukan, saya nderek… kemarin saya diskusi sama pak arif disuruh ikut rapat hari kamis, wah ya gak enak, kalau tiba2 muncul… Mohon waktunya pak, (sedikit banyak saya juga bisa bantu mungkin terkait pengembangan UKM, khususnya oleh FTI)

    Nembah Nuwun Sakderengipun
    Mugi tansah pinaring kabejan…..
    Wassalamu’alaikum ….

  8. Susilo Psikologi Says:

    Makasih atas waktunya pak.. kamis pagi saya menemui pak fathul di FTI
    Nuwun…

  9. Barto Says:

    mat siang mas,
    setelah memmbaca profil jejak kehidupan, saya bangga karena tidak semua orang bisa seberuntung mas fathul. Banyak hal yang belum saya dapatkan dari mas Fathul karna waktu pelatihan cuma 1 hari ( SIMPEGDA INNA GARUDA HOTEL). Proficiat buat Bapak.
    BARTO ( BKD LEMBATA )

  10. Fathul Wahid Says:

    @Pak Barto, Met jumpa lagi. Senang juga bisa diskusi dengan Bapak waktu workshop. Banyak informasi yang saya dapatkan dan bisa saya share dengan yang lain. Sukses untuk tugas Bapak di Lembata. Kalau ada yang mau didiskusikan, feel free untuk kontak saya per email Pak.

  11. yossy Says:

    maaf aku baca-baca tulisan Anda. he3. salam kenal

  12. Fathul Wahid Says:

    @Yossy, Salam kenal juga.

  13. ocieters Says:

    Mohon izin pak, alamat Blog Bpk saya tautkan di Blog saya. Trims

  14. Sitta A. Sekar Says:

    Mudah2n ilmu yang pak fathul miliki, menjadi ilmu yang bermanfaat…. amin..amin..amin..

    Blog nya sy link di blog sy y pak…

    Salam kenal, sukses selalu…

  15. abu amr Says:

    assalamualikum wrwb…….
    kang fath alumni Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin, Jagalan, Kudus ya ….
    masih sering sowan ke mbah yai ma’ruf nggak?????
    pripun kabare mbah yai…
    alhamdulillah ak juga pernah menuntut ilmu dsana,tp yo dasare ak wong male,jd nggak dilanjut sampe lulus….
    salam kenal aj ya kang fath….
    wassalamu’alaikum wrwb

  16. liy Says:

    Wah Pak Fathul orang Jepara ya.. saya asli Kudus pak, rumah saya dekat “kenepan” tepatnya di desa Damaran Wetan, belakang masjid Damaran. Tapi bapak saya orang Jepara, di desa Surodadi, mungkin dekat dengan Welahan ya pak..
    salam kenal…

  17. Achsin El-Qudsy Says:

    Assalamu’alkum
    sebuah kebanggaan tersendiri mempunyai kakak kelas di Madrasah Mua’wanatul Muslimin yang sekarang jadi dosen di UII. Dan juga pernah mondok di Yi Ma’ruf.

    mas haidar juga alumni ITB sekarang kerja di Pertamina.

    Wassalamu’alkum
    Achsin el-Qudsy

  18. ibro Says:

    Assalamu’alaykum,

    Bertemu juga akhirnya sama Fathul, walau cuman di jagat blog.
    Gimana kabarnya sekarang pak Dosen?

  19. asri Says:

    assalamualaikum..
    iseng2 saya liat blog ini. Setelah baca sekilas tentang perjalanan hidup bapak, saya merasa kagum. Pak, boleh minta tips2nya ga biar dapat beasiswa? Saya ini tinggal di pesantren, kls 3 SMA sedang persiapan ujian dan pastinya prepare u/ masuk PTN. Bapak punya tips2 ga biar saya dapat beasiswa? di dalam / pun di luar negeri. Syukur2 pertanyaan saya di balas, ga juga ga pa2, saya tahu bapak mungkin sibuk. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih, saya berdoa pd Allah mudah2an suatu saat saya bisa bertemu bapak, amin.

    Ukhti Asri fi Ciamis

  20. Fathul Wahid Says:

    @Teh Asri
    Wa’alaikumussalam. Terima kasih telah mengunjungi blog saya. Tipnya sih sederhana. Apapun yang kita lakukan, kita lakukan dengan serius. Harus berani galak dengan diri sendiri. Jangan lupa tertib ibadah. Untuk beasiswa, coba kalau punya akses Internet bisa dicari diberbagai milis, forum, atau lewat seacrh engine. Insya Allah kalau niat lurus, Allah akan memudahkan.

  21. smart institute jepara Says:

    lam kenal dari SIJ

  22. amr Says:

    kang fath dah denger blum klo mbah kyai ma’ruf irsyad mpun sedo bln agustus lalu

  23. Fathul Wahid Says:

    Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Terima kasih infonya Kang Amr. Saya baru tahu. Saya terakhir sowan ke pondok belasan tahun yang lalu. Saya sering ditanyakan karena Pak Yai kalau pas ngisi pengajian di masjid desa ya, panitian ada di rumah bapak/ibu saya. Mudah-mudahan Pak Yai mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah subhanahu wata’ala.

  24. henry Says:

    Asslm..Mohon izin pak, alamat Blog Bpk saya tautkan di Blog saya. wslm

  25. Fathul Says:

    Silakan saja Mas Henry.

  26. oedi Says:

    askm..
    Hmm sudah bbrp kali memberikan komentar di tulisan Bpk, tp baru skr bisa memberikan koment di page ini. oh ya Pak saya sudah lama mentautkan blog ini. maaf baru sekarang minta izin. semoga Bpk berkenan.??
    Sebuah kebanggan tersendiri bila bisa berkenalan dan menjadi saudara dg pak Fathul Wahid ini. tidak perlu saya beberkan apa yang menjadi kelebihan beliau, karena pasti akan banyak sekali. tapi yang jelas akan banyak faedah yang bisa di dapatkan dari hubungan itu.
    terus berkarya dan sukses untuk karya-karya itu. semoga akan selalu bermanfaat baik bagi diri sendiri juga bagi orang lain.
    wassalam…

  27. aryati Says:

    ass p fathul…
    saya aryati, alumni T. Inf 00 (^_^)
    Bapak, ary mhn ijin,kalau bapak berkenan alamat blog bapak ary tautkan dalam blog ary :)
    terima kasih sebelumnya p fathul :)
    Jujur, ary banyak terinspirasi dengan apa yang bapak tuliskan di blog bapak, terinspirasi dan terobsesi untuk menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang :)
    Sayang bapak, waktu ary kuliah dulu, ary blom banyak bisa berdiskusi dengan bapak, karena memang kebetulan ary cuma ambil 1 matakuliah bapak dulu. Tapi, dari 1 matakuliah itu, ary melihat sosok bapak yang Luar biasa, seorang yang bukan hanya pengajar yang hanya mentransfer ilmunya tetapi juga seorang motivator, sehingga akhirnya membuka cara pandang ary tentang kehidupan, bahwa ternyata manusia dilahirkan untuk selalu belajar “BORN TO LEARN ” dalam semua hal di kehidupan ini :) . Terima Kasih bapak :) . Jadi semangat terus p :)

  28. Fathul Says:

    @Mbak Aryati, Silakan saja mbak. Sekarang kerja di mana mbak? Sukses selalu ya.

  29. oasisnn Says:

    pak wahid, sebenernya aku ikut ikutan aja koyo sampeyan ketak ketik ndo koyo ngene iki, tapi gelagatnya ko’ bagus juga yaaa, dengan pas pasan kebisaanku, yo wis lah meluu,ele apik gaweane dewe. dari dulu hingga kini menurutku sampeyan bagus kanan kiri nduwur ngisor sing nyamping juga melu ora popo.hehehe, di add friend boleh ? sapa tau teman kerabat sodara dan handai tolane sampeyan ngomentari aku kan lumayan, entu’ lebonan.Ele apik tompo wae. :) ) thank’s alot

  30. Haryo_Sipil_UII Says:

    Ass. mas Fathul
    saya Haryo”SuketAbunawas”UIInews, alumni SMA Muhi 1986. Alhamdulillah sekarang ini baru jadi ‘Bapak’-nya majalah FORUM Moehi, ikut membimbing wartawan2 siswa media SMA Muhi Yk., dimana dulu panjenengan jadi Pimred-nya juga dikala SMA.
    Mohon ijin blog panjenengan saya link-kan di blog saya, untuk bisa nyambung silaturohiem kita. Dari blog panjenengan, saya banyak belajar bahwa ternyata manusia dilahirkan untuk selalu belajar “BORN TO LEARN ” dalam semua hal di kehidupan ini, Semoga panjenengan berkenan dan Matur nuwun sanget.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  31. arif Says:

    mas wahid, seneng baca blog sampeyan, aku arek jawa timur yang pernah jd temen sma-mu. sy sgt sng pny temen dgn pengalaman yg byk + sukses spt kamu. smoga anak2ku nanti bs sepintar kamu

  32. Fathul Wahid Says:

    @Kang Daiman, Wah dengan senang hati Mas. Tambah dulur.

    @Mas Haryo, Silakan saja Mas. Kita saling belajar dan dongo-dinungo Mas.

    @Mas Arif, Wah seneng bisa ketemu lagi. Piye kabare Mas?

    • masguru8055 Says:

      Maaf mas,njenengan waktu di SMA Muhi pas jadi Pimred Majalah FORUM Moehi tahun brapa ya? Ini adik2 kita para Wartawan Moehi berncana mau buat komunitas almamater ‘koki-koki’-nya Majalah FORUM Moehi.Semoga harapan mereka yg mulia ini utk nyambung silaturohim ini bisa kita apresiasi dg suka cita.Matur nuwun sebelumnya.Oya, kapan2 tulisan panjenengan di blog ini kami sunting untuk majalah FORUM ya…nuwun.

      • Fathul Wahid Says:

        Seingat saya tahun 1990-1991 mas. Lupa dulu sempat terbit berapa kali. Yang saya ingat, untuk setting sempat pake gunting tempel dan rugos, terus sempat juga pake komputer. Kalau ada komunitas, bagus mas. Saya ikut mendukung untuk perkembangan adik-adik. Soal tulisan yang disunting, silakan saja mas, kalau dianggap ada manfaatnya. Nuwun.

  33. Kurnaeni, Kunkun Says:

    Asslamualaikum wr. wb.

    Dimas Fathul, Hvordan har du deg? (mudah-mudahan Norsk nya masih bener).
    Masih ingat waktu kita bareng di Wisma Duta (Bigdoy Oslo)?
    Saya dapet alamat ini dari Diajeng Nurul. Kebetulan saya ketemu beliau di FB. Senang bertemu lagi dengan kalian berdua. Sukse terus, ya!

    • Fathul Wahid Says:

      Wa’alaikumussalam Kang Kunkun, Det gaar bra. Masih ingat dikit2 norsknya Kang. Kumaha, damang? Sekarang tinggal di mana Kang? Sukses ya. Salam untuk keluarga.

  34. jiwadara Says:

    Halo Mas,
    Seneng liat blog nya. Salam kenal lagi. Aku dulu adik kelas di Muhi.

    salam,
    Mama

  35. darsin Says:

    Assalamualaikum bapak Fathul Wahid.aku Darsin di Mayong Jepara.Kalau aku lihat cari cerita bapak,ekonominya bagus.Aku berusaha meniru langkah bapak walau ekonomi saya kurang.Selama ini aku memang punya mimpi sekolah tinggi pak.Alkhamdulillah,sambil kerja di PT.Telekomunikasi di Semarang,sekarang aku tinggal menunggu wisuda dan mau nerusin kuliah lagi.Pak Fathul,mohon saran dan nasehatnya.

  36. Fathul Wahid Says:

    @Mas Darsin. Sama mas, saya bukan dari keluarga kaya. Saya bahkan sewaktu kuliah sudah nyambi kerja. Yang penting niat yang lurus dan berusaha serius Mas. Sekolah S2 juga dibayarin. Bismillah Mas. Sukses ya.

Leave a Reply