Manajemen Ekspektasi

12 February 2009

Mengapa orang sering stes ketika yang diharapkan tidak tercapai? Yang diangankan tidak terwujud? Salah satu sebabnya adalah manajemen ekspektasi, manajemen harapan, yang tidak tepat. Ada orang yang terlalu panjang angan-angan. Ada juga yang terlalu bersemangat tanpa tahu kapasitas.

Read the rest of this entry »


Pembusukan Dari Dalam

12 February 2009

Mengelola organisasi yang melibatkan beragam elemen bukan perkara mudah. Yang satu ingin A, yang lain ingin B, dan lainnya ingin C. Kemampuan melakukan kompromi yang dapat diterima oleh semuanya atau minimal oleh sebagian besar adalah sebuah seni tersendiri, seperti seni menyambung kain perca yang menjadi indah. Tentu manusia beda dengan kain perca. Kain perca hitam, tanpa protes akan mau “bersanding” dengan kain perca warna lain. Di sini yang mengedepan adalah estetika. Ternyata tidak demikian halnya dengan manusia. Ada untuk etika di sana. Ada unsur rasa juga. Apalagi kalau salah satu memang berseberangan dengan yang lain tanpa ada irisan yang jelas. Ketiadaan irisan ternyata bisa dengan sendirinya ada, atau bahkan bisa disengaja dan diusahakan. Inilah yang menjadikan manajemen manusia menjadi lebih rumit. Karena itulah, Allah selalu menguji nabinya menjadi pengembala kambing sebelum “menggembala” manusia (lihat beberapa hadits dalam Riyadlush Shalihin).

Read the rest of this entry »


Ada Apa dengan Local Genius

3 February 2009

Dalam sebuah tulisan di kolom rutin di Kedaulatan Rakyat, Almarhum Prof. T. Jakoeb dengan menggelitik bertanya, “Jenius kok lokal?”. Yang disebut jenius  (translasi langsung dari genius) harusnya bersifat global. Genius dalam Kamus Cambridge adalah very great and rare natural ability or skill, especially in a particular area such as science or art, or a person who has this. Intinya: sesuatu yang istimewa, tidak biasa. Read the rest of this entry »


Kita Adalah Apa yang Kita Lakukan Saat Ini

22 January 2009

Saya sering mendengar orang bergumam. “Oh, dulu kalau tidak ada saya, itu tidak akan jadi!”,  “Walah, dulu saya, bekerja keras untuk membantu membuat ini dan itu. Gak ada uangnya!”, dan yang sejenisnya. Tidak ada yang salah dengan fakta ini. Hanya saja, kalau orang yang bergumam tersebut masih melakukan hal yang sama akan sangat bagus. Inilah yang dalam Islam disebut dengan istiqomah, konsisten. Read the rest of this entry »


Turning Point

12 December 2008

Apa yang Anda pikirkan ketika membaca beberapa testimonial berikut?

“Gilaaa! [Program ini] benar-benar mengubah pandangan hidup saya. Saya jadi sadar kalau saya punya sesuatu buat diubah dan dibanggakan. Buat yang gak ikut, bersiaplah untuk bingung terhadap terhadap dirimu sendiri.”

“Luar biasa, saya sangat butuh [program ini], bisa membuat hidupku bersemangat. Sebelumnya saya selalu binggung mengenai pandangan hidup. Setelah pertemuan pertama ini, saya lebih baik, dan mempunyai pandangan untuk detik selanjutnya apa yang harus dan seharusnya saya lakukan. Ini tidak bohong dan tidak rekayasa, karena ini bukan paksaan. Ini suatu kebutuhan hidup yang seharusnya kita dapat.” Read the rest of this entry »


Nilai UII #1: Sederhana

8 December 2008

Sudah lama ingin menulis lanjutan posting saya sebelumnya tentang Siapakah UII, tetapi nampaknya baru kali ini bisa saya lakukan. Saya ingin awali dengan sebuah kisah tentang pendiri UII, yaitu Almaghfurlah Prof. K. H. Abdul Kahar Muzdakkir. Kisah ini dimuat dalam Panji Masyarakat yang terbit 15 JAnuari 1974, yang dikutip dalam biografi beliau karya senior saya Ibu Trias Setiawati. Read the rest of this entry »


Topi Daun

6 December 2008

topidaun2Bayangan saya kembali ke masa kecil, ketika hari ini sedang bermain dengan anak saya. Sejak dua setengah tahun terakhir, mempunyai waktu bersama si kecil merupakan sebuah berkah yang luar biasa. Tidak jarang saya harus berkali-kali minta ijin kepada si kecil ketika harus menggunakan hari libur untuk urusan kampus. Sebetulnya saya harus memberikan sambutan pada acara yang dihelat oleh mahasiswa di kampus, namun teknologi Internet dengan instant messenger yang dilengkapi dengan video conference manjadikan saya tidak harus pergi ke kampus untuk memberikan sambutan. Sambutan saya berikan dengan bantuan teknologi tersebut. Read the rest of this entry »


The end does not justify the means

20 November 2008

Jangan Berkelahi, Kayak Mahasiswa Saja!

19 November 2008

Dua orang tukang becak yang kebetulan tidak berpendidikan formal tinggi mempunyai masalah. Yang satu bersikeras bahwa pendapatnya yang benar. Satunya lagi tidak terima pendapatnya disalahkan. Debat kusirpun berlangsung keras. Saling potong pembicaraan dan tak satu pun yang mau mendengarkan. Sampai puncaknya, karena tidak bisa menahan emosi, adu fisik pun terjadi. Beruntung ada tukang becak lain yang sedang mangkal di dekat tempat tersebut. Dia pun berusaha melerai, tetapi ternyata tidak mudah. Saking jengkelnya, dia berteriak, “Sudah. Jangan berkelahi, kayak mahasiswa saja!”.  Seketika juga, kedua tukang becak yang berkelahi melihat si pelerai dan akhirnya mereka berhenti berkelahi dengan tersenyum kecut. Read the rest of this entry »


First Thing First!

8 November 2008

Setiap orang mempunyai tanggung jawab. Bahkan, banyak orang yang mempunyai tanggungjawab lebih dari satu. Setiap tanggungjawab harusnya dijalankan dengan baik. Hanya saja seringkali kapasitas tidak bisa mengakomodasi semuanya. Di sinilah saatnya kita harus mempunyai kepekaan tentang mana yang seharusnya didahulukan, mana yang bisa ditunda, dan mana yang mungkin harus kita lupakan.  Read the rest of this entry »