Setiap teknologi hadir dengan dua sisi: positif dan negatif. Internet, dan lebih khusus media sosial, tidak terlepas dari ‘hukum alam’ ini. Kecepatan propagasi konten melalui Internet melebihi kecepatan perambatan cahaya. Yang yang diketik di Indonesia saat ini di media sosial, dapat terbaca di belahan bumi lain hanya dalam hitungan detik. Ketika yang terlepas adalah hoax, konten palsu atau berita bohong yang dipabrikasi, sampai saat ini, belum ada cara efektif untuk menghentikannya. Di Indonesia, isu penyebaran hoax ini pun harus direspons oleh Presiden Jokowi. Menkominfo menimpali dengan informasi bahwa terdapat sekitar 800,000 situs web penyebar hoax di Internet. Pesan yang tersampaikan sangat kuat: penyebaran hoax telah sampai pada taraf yang mengkhawatirkan. Read More

Advertisements

Namanya Wael Ghonim. Dia adalah pegiat Internet di Mesir dan insinyur komputer Google. Revolusi Mesir yang menurunkan Presiden Hosni Mubarak pada 2011 tidak dapat dilepaskan darinya. Ghonimlah yang mengelola halaman Facebook yang memulai protes karena seorang pemuda bernama Khaled Saeed dibunuh oleh dua orang polisi di Kairo. “We are all Khaled Saeed”, slogan yang diusungnya yang kemudian menjadi viral. Saat itu, media sosial dapat menyatukan rakyat Mesir untuk melawan penguasa yang dianggapnya zalim. Ketika ‘musuh tunggal’ terdefinisi dengan jelas, rakyat Internet (netizen) bersatu. Kini, netizen Mesir terbelah, terlebih setelah Presiden Mohamed Morsi digantikan oleh Abdel Fattah al-Sisi melalui proses yang tidak biasa. Dua kelompok netizen tersebut dilabeli dengan ‘Secularist’ dan ‘Islamist’. Media sosial yang sama, yang dulu menyatukan bangsa Mesir, kini telah mencerai-beraikan mereka. Read More

Di Indonesia, ojek telah menjadi salah satu layanan transportasi publik informal sejak beberapa dekade lalu, mulai sekitar awal 1970an. Yang dulunya, ojek dilayani menggunakan sepeda, akhirnya beralih ke sepeda motor. Ojek telah memberikan alternatif menyenangkan ketika layanan transportasi publik formal yang cukup dan handal tidak tersedia. Layanan serupa ojek juga dapat ditemukan di beberapa negara Asia lain, seperti Thailand dan Vietnam.

Mulai sekitar lima tahun lalu, layanan ojek di Indonesia, mendapatkan warna baru, dengan hadirnya layanan ojek berbantuan aplikasi bergerak. Di awal kemunculannya, beberapa gejolak penolakan terekam dalam media cetak dan digital. Namun, saat ini berita serupa sudah tidak banyak ‘terdengar’. Read More

Saeni (Bu Eni) adalah orang biasa yang banyak menghiasi media massa dan media sosial pekan lalu, bahkan sampai hari ini. Bu Eni adalah penjual Warteg di Serang yang ditertibkan oleh Satpol PP. Yang menjadikan ‘heboh’ adalah ketika barang dagangan Bu Eni disita. Beragam kalangan berkomentar, mulai masyarakat online (netizen), tokoh agama, sampai dengan tokoh politik. Bahkan, Buya Ahmad Syafii Maarif menyebut tindakan tersebut sadis. Banyak simpati mengalir dari beragam kalangan. Read More

Pekan lalu, pada 27 Mei 2016, Presiden Jokowi kembali membuka satu kanal media sosial baru. Kali ini adalah kanal khusus pada Youtube (www.youtube.com/c/jokowi). Sebelumnya, Jokowi telah ‘eksis’ di media sosial lain, Facebook, Twitter, dan Instagram. Sampai 2 Juni 2016, halaman Facebook Sang Presiden telah disukai oleh lebih dari 6 juta orang, akun Twitter dan Instagramnya telah diikuti oleh lebih dari 5 juta dan 740 ribu orang. Kanal Youtube yang baru berumur beberapa hari tersebut telah dilanggani lebih dari 12.000 orang.

Entah merupakan sebuah kebetulan atau tidak, beberapa hari yang lalu, Twiplomacy (twiplomacy.com), sebuah lembaga internasional, merilis hasil surveinya yang menempatkan Jokowi (@Jokowi) pada peringkat sembilan pada daftar The 50 Most Influential World Leaders in 2016 yang dihitung berdasar cacah cuit terusan (retweet) per cuit (tweet). Setiap cuit Jokowi, rata-rata mendapatkan 1.224 cuit terusan. Akun resmi Presiden Amerika Serikat (@POTUS, President of the United States) memempati urutan pertama dengan 12.350 cuit terusan per cuit. Urutan kedua ditempati oleh Raja Salman dari Saudi Arabia, yang setiap cuitnya diteruskan oleh hampir 10.000 cuit. Read More

Perempuan muda tersebut duduk dengan penuh konsentrasi di balkon salah satu ruang sidang komisi di gedung DPR RI. Jemarinya lincah mengetik dengan gawainya. Dia tidak sedang mengabaikan lingkungannya dan asyik dengan dunianya. Tetapi, dia sedang aktif membuat cuit dengan Twitter. Perempuan itu bernama Hayati Indah Putri, pencetus dan pengawal WikiDPR.org, inisiatif nirlaba yang dengan sepenuh hati mengikuti dan mencatat diskusi pada hampir semua sidang di gedung tersebut. Kondisi hamil tidak menghalangi Mbak Indah, panggilan akrabnya, pemegang gelar master dari salah satu universitas terkemuka di Kanada, untuk ‘berkantor’ hampir setiap hari.

Dia dan puluhan relawan siap menjadi ‘penyambung suara wakil rakyat’ dengan menulis cuit secara langsung ketika sidang sedang berlangsung. Rangkuman sidang kemudian dimuat dalam laman WikiDPR.org. “Saya ingin rakyat tahu apa yang didiskusikan oleh wakilnya, melalui media sosial,” kata Mbak Indah ketika berdiskusi dengan penulis. Banyak orang mengatakan bahwa media sosial dapat menjadi kanal komunikasi antara rakyat dengan wakilnya, para politisi. Read More

Saya teringat pengalaman sekitar 15 tahun lalu ketika sedang menempuh program master di Norwegia. Saat itu, salah satu situs web berita yang selalu saya kunjungi setiap hari adalah Kedaulatan Rakyat (KR) daring (online). Bahkan, saya pun mengirimkan beberapa tulisan yang dimuat dalam edisi daring. Ternyata aktivitas tersebutjuga dilakukan oleh banyak kawan lain yang berasal dari Yogyakarta. Apa yang menjadikan kami setia mengakses KR daring? Ada nilai yang tidak ditawarkan oleh koran lain.

Nilai Berita

Perspektif untuk mengukur nilai berita (‘newsworthiness’) yang dinyatakan oleh Galtung dan Ruge, pada 1965, nampaknya masih relevan ditengok kembali. Nilai berita ditentukan oleh beragam aspek, seperti dampak, audiens, dan cakupan. Dampak berita ditentiukan antara lain oleh frekuensi dan kejutan. Peristiwa yang terlalu sering muncul tidak lagi menarik, seperti halnya berita yang dapat ditebak. Read More

%d bloggers like this: