Keterlibatan PT Dampingi UKM Belum Optimal

Yogyakarta, Kompas – Keterlibatan perguruan tinggi dalam melakukan pendampingan terhadap usaha kecil menengah dinilai masih kurang optimal. Melalui berbagai sumber daya yang dimiliki, seperti hasil- hasil penelitian dan jumlah mahasiswa yang besar, optimalisasi peran pendampingan itu bisa dilakukan. Bagi PT, UKM bisa menjadi laboratorium hidup untuk kepentingan pengembangan pembelajaran.

“Perguruan tinggi (PT) kita punya sumber daya sangat besar dengan jumlah mahasiswa yang sangat banyak. Ini bisa didayagunakan untuk melakukan pendampingan bagi UKM. UKM tentu akan terbantu, sedangkan perguruan tinggi juga bisa belajar banyak dari UKM. Melalui program seperti itu, keberadaan pendidikan tinggi di Yogyakarta akan dirasakan langsung perannya dalam masyarakat,” kata Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Fathul Wahid, Jumat (6/10) di Yogyakarta.

Ia menjelaskan, kerja sama PT dan UKM bisa berlangsung secara saling menguntungkan. UKM di Yogyakarta yang jumlahnya sangat banyak, lanjutnya, bisa menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa dan dosen untuk belajar mempraktikkan dasar-dasar ilmu, seperti masalah produksi, desain produk, maupun keuangan.

Pendampingan itu perlu dilakukan sinergis antarperguruan tinggi sehingga tidak tumpang tindih, misalkan membantu pengembangan desain produk, menyusun program situs web bagi UKM untuk membantu pemasaran produk. “Program pendampingan bisa dilaksanakan melalui kerja praktik mahasiswa dan tugas akhir mahasiswa yang diarahkan membantu UKM. Melalui cara itu, selain UKM akan terbantu secara gratis, mahasiswa juga mempunyai ruang untuk aktualisasi dan belajar,” ujarnya.

Pihaknya kini sedang merancang pendampingan intensif terhadap UKM melalui pembentukan business development services atau layanan pengembangan UKM, juga akan dilakukan pelatihan teknologi informasi.

Dari survei yang dilakukannya terhadap 146 UKM dari berbagai sektor di DIY diketahui 59 persen UKM telah memiliki komputer. Namun, dari jumlah itu, sebagian besar (72 persen) UKM baru menggunakan komputer dalam lima tahun terakhir. Dari UKM yang telah mempunyai komputer, 68,9 persen menggunakan untuk mengetik surat/laporan, melakukan perhitungan (66,67 persen), mengakses internet (34,5 persen), mendesain produk (43,7 persen), menjalankan sistem informasi (28,7 persen), dan melakukan presentasi (20,7 persen). “Perlu ada upaya optimalisasi TI untuk pengembangan UKM di Yogyakarta,” katanya. (RWN)

*Dimuat di Kompas, 07 Oktober 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: