Sleman Kucurkan Bantuan Modal Rp 750 Juta

Yogyakarta, Kompas – Untuk membantu kalangan usaha kecil menengah yang sifatnya masih pemula, pemerintah kabupaten Sleman tahun ini mengucurkan bantuan penguatan modal senilai Rp 750 juta, untuk 45 unit usaha. Dana tersebut diberikan kepada pengusaha kecil dengan bunga enam persen per tahun dengan pinjaman maksimal Rp 25 juta. Hal itu dikatakan Kepala Seksi Pengembangan Usaha Bidang Perindustrian Pemkab Sleman Dwijo Putra, kepada pers, di sela-sela kuliah umum Entrepreneurship Mendirikan Perusahaan Sendiri, di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII), Kamis (1/3).

Menurut Dwijo, sampai dengan akhir tahun 2006, total dana bantuan penguatan modal yang sudah digulirkan ke masyarakat mencapai Rp 2,5 miliar untuk 240 pengusaha. Sampai saat ini, setoran pinjaman mereka tergolong masih lancar dengan angka kredit bermasalah di bawah dua persen.

“Bantuan ini diberikan untuk mengurangi pengangguran khususnya pengangguran terdidik di Sleman, dengan mengarahkannya pada dunia wirausaha. Saat ini, sektor industri yang paling prospektif di Sleman adalah sektor konstruksi dan kerajinan kecil,” tuturnya.

Dekan FTI UII yang juga hadir dalam jumpa pers, Fathul Wahid mengatakan untuk membekali para mahasiswanya memasuki dunia wirausaha, sejak tahun 2002 pihaknya telah memasukkan mata kuliah Kewirausahaan ke dalam FTI. “Melalui mata kuliah itu, mereka kami tugasi membuat business plan,” katanya.

Diungkapkan Fathul, bagi proposal yang prospektif, pihak kampus menyediakan bantuan modal bagi kelompok mahasiswa bersangkutan, untuk mewujudkan proposalnya tersebut. Tahun lalu, ada sekitar 16 proposal business plan yang masuk dan tujuh di antaranya mendapat dukungan modal. “Proposal yang lolos itu, antara lain berupa usaha warnet, software, dan event organizer,” tuturnya.

Kuliah umum dengan tema wirausaha, lanjut Fathul, sengaja digelar untuk membuka kesadaran mahasiswa bahwa lulusan universitas tidak harus bekerja di kantor, tetapi juga bisa membangun usaha sendiri. Kalau hanya bergantung nasib menjadi pegawai, maka penyerapan pengangguran akan lambat. (ENY)

*Dimuat di Kompas, 2 Maret 2007

1 comment
  1. Nico Wijaya said:

    sepertinya menarik nih pak kuliah umum kemarin. sayangnya pada hari tsb ada pelepasan KKN, jadinya ga datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: