Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything

Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything. Buku karya Don Tapscott dan Anthony D. William ini cukup menarik. Bagi yang sudah akrab dengan inisiatif open source dalam pengembangan software atau aktivis Wikipedia, misalnya, bisa jadi berpendapat tidak banyak hal baru dalam buku ini. Meski demikian, banyak pelajaran menarik yang diungkapkan lebih terstruktur dalam buku ini. Jika Anda termasuk pembela hak cipta fanatik, saya anjurkan untuk tidak membaca buku ini, karena akan Anda temukan banyak fakta yang tidak sejalan dengan “jalan hidup” Anda.🙂 Jika Anda memaksa untuk membaca, saya berdoa ada pencerahan yang bisa didapatkan.

Buku ini saya beli di sebuah toko buku di pinggiran Kota Manila, Filipina, beberapa bulan yang lalu (April 2007) sewaktu mengikuti Conference on Living the Information Society: The Impact of Information and Communications Technologies on People, Work, and Communities in Asia. Buku ini secara umum mengeksplor strategi baru dalam bisnis yang didasarkan pada empat ide utama: openness, peering, sharing, dan acting globally. Ide utama ini merupakan atribut dari kolaborasi massa dalam menghasilkan produk atau jasa yang difasilitasi hadirnya teknologi informasi. Jika Anda akrab dengan Wikipedia, ensiklopedia bebas terbesar di jagat ini, tidak terlalu untuk memahami bagaimana ide-ide tersebut diimplementasikan di lapangan.

Dalama bahasa agama, prinsip-prinsip silaturahmi sangat kental di sini. Dalam kajian kontemporer, di sini, tidak ada lagi istilah consumer, tetapi lebih menjadi prosumer. Pengguna produk atau jasa bisa jadi pada yang sama juga menjadi penghasil produk atau jasa tersebut. Yang jelas, sebuah kesadaran yang penting ditawarkan oleh buku ini adalah untuk menjadi makmur, mendapatkan banyak keuntungan, kita tidak harus ekslusif, tertutup, dan memandang pesaing sebagai musuh. Keterbukaan, kerjasama, dan semangat berbagi ternyata adalah senjata ampu untuk eksis dan berkembang. Dalam kosakata Jawa, kalau pun memang dalam persaingan, yang ada adalah menang tanpa ngasorake. Yang kalah tidak merasa terhina. Bukankah dunia akan semakin indah jika yang terjadi adalah yang demikian ini! Wallahu a’lam.

3 comments
  1. zumaidi said:

    Salam

    Saya sedang menulis satu artikel membincangkan kesan-kesan ICT kepada pembangunan insan secara khususnya di Malaysia.
    Saya mendapati saudara ada menghadiri seminar berkaitan di Manila.
    Saya ingin bertanya adakah terdapat bahan-bahan yang boleh saya download dari seminar tersebut ?
    Saya ingin mendapatkan bahan yang disampaikan oleh pencerama dari Malaysia.
    Sekian, terima kasih.

    Zumaidi
    Kuala Lumpur
    ( sedang belajar secara sambilan program Master in IT di Open Univ. malaysia )

  2. fathulwahid said:

    @Zumaidi, Artikel sudah saya kirimkan per email. Mudah-mudahan bermanfaat.

  3. yon ade said:

    seperti buku ini mantab!!!!coba saya cari dulu di toko buku, ingin tahu lebih dalam isinya. makasih ya pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: