Mengajarlah dengan Cinta!

Hari ini, jurusan saya mengatakan sarasehan dosen. Semua dosen diundang. Sesi pertama diisi dengan materi tentang bagaimana memotivasi mahasiswa yang disampaikan oleh Ibu Ratna, seorang kolega dari Jurusan Psikologi. Terus terang, saya terlambat bergabung karena ada rapat yang harus diikuti. Dalam sesi tanya jawab terungkap banyak masalah bagaimana memotivasi mahasiswa di kelas.

Ada banyak best practices yang diungkapkan oleh para dosen senior yang menurut saya sangat menarik. Salah satu kesimpulan yang dapat saya ambil adalah “mengajarlah dengan cinta!”. Menjadi pengajar adalah pilihan hidup. Kalau Anda kebetulan menjadi pengajar dan Anda menyesalinya, segera pindah ke profesi lain. Atau Anda akan tersiksa pada seluruh sisa hidup Anda. Karenanya, menanamkan cinta pada profesi pilihan adalah keniscayaan.

Ada banyak sebab, misalnya, mengapa mahasiswa malas masuk kelas. Bukan hanya melulu karena mahasiswanya. Memang ada mahasiswa yang keterlaluan. Tetapi lebih banyak yang mempunyai motivasi. Kualitas pengajar atau cara mengajar juga bisa ikut andil. Bagaimana kita menghadapi mahasiswa yang bermasalah adalah salah satunya. Cara pandang menempatkan mahasiswa akan sangat berpengaruh bagaimana kita bersikap.

Bagi saya, mahasiswa adalah orang dewasa yang harus diperlakukan secara dewasa. Mereka sadar, setiap pilihan ada konsekuensinya. Tugas pengajar adalah menyadarkan tentang itu. Cinta adalah anak kandung kebebasan. L’amor est l’enfant de la liberte, kata orang Perancis. Biarlah mereka bebas memilih.

Kalau ada yang salah memilih? Gunakan pendekatan dengan penuh cinta untuk meluruskan. Kalau dalam tinju ada strategi ‘hit and run’, dalam mengajar, kadangkala perlu strategi ‘hit and hold’. Jangan biarkan mereka lari menjauh sebelum sadar mana pilihan yang benar. Jika demikian yang terjadi, masalah justru semakin buruk. Landasilah setiap pilihan sikap dengan rasa cinta kepada mahasiswa. Aspiran yang sedang mencari jati diri dan pengakuan. Jadilah teman seperjalanannya dengan penuh cinta! Tanpa cinta, perjalanan akan sangat terasa sangat berat dan jangan harap Anda akan bisa menikmatinya. Percayalah!

4 comments
  1. d4d4n6 said:

    SANGAT SETUJU apabila mengajar dilandasi sengan cinta, dengan begitu mahasiswa akan merasa nyaman dalam belajar, otomatis belajar mengajar akan berjalan lancar sesuai yang diharapkan semua pihak….

  2. Fathul Wahid said:

    Mas Dadang, termasuk yang harus dilandasi dengan cinta dan keikhlasan adalah belajar alias kuliah. Kalau kuliah yang dikejar nilai, saya percaya lebih banyak kecewanya dibandingkan dengan bahagianya. Nilai hanya akibat dari sebuat kesungguhan.

  3. uzan said:

    Pak Fathul, sekalipun saya tidak mahir berbagi ilmu dgn siapapun, tp saya cukup senang sekali bs membuka wacana orang lain agar mereka bisa belajar lbih jauh dr yg sudah saya berikan.
    Mungkin krn itu juga, sebuah kesan dan kenikmatan tersendiri saya peroleh ketika mendengar kabar sekitar 12 bulan kemudian, salah seorang ‘adik’ ajar saya menjadi salah satu peserta pembinaan Olimpiade Komputer tingkat Nasional.. apalagi ktika pada akhirnya saya bertemu dgnnya dalam ksempatan tak terencana di kampus almamater bapak..😀
    Pak, mohon doanya agar saya bisa mendapatkan keberhasilan yg selama ini saya cita-citakan… amiinn

  4. Fathul Wahid said:

    @Mas Uzan. Ilmu yang dibagi tidak pernah akan berkurang, justru kemungkinan menambah semakin besar. Saya doakan Mas Uzan mendapatkan apa yang dicita-citakan. Mintalah doa pada siapapun, karena kita tidak tahu dari mulut mana doa yang dikabulkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: