Memimpin tidak cukup dengan baik hati, tetapi harus tegas

Seorang kawan pernah mengomentari pujian kepada seseorang yang mendapatkan amanah memimpin sebuah lembaga. Saya tahu orang yang komentari tersebut, karena waktu SMA saya sering mengudang beliau untuk memberikan ceramah agama. Beliau insya Allah rojulun sholih, orang baik. Tetapi kawan saya, tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, mempunyai komentar lain, “Memimpin tidak cukup dengan baik hati, tetapi ketegasan juga diperlukan”.

Saya teringat kisah Umar bin Khattab ketika menghukum anaknya, Abdul Rahman bin Umar yang juga dikenal dengan laqob Abu Syahamah. Abu Syahamah dihukum cambuk karena memperkosa seorang perempuan dari Bani Najjar hingga membuahkan anak. Hukum cambuk yang dilaksanakan di depan para sahabat mengantarkan Abu Syahamah ke ajalnya. Luar biasa ketegasan Umar. Untuk banyak orang, Umar mungkin disebut bapak yang punya tidak belas kasihan atau bahkan gila. Tetapi itulah bukti baik hati Umar kepada anaknya supaya terhindar dari siksa neraka.

Salah satu tugas pemimpin adalah mengawal aturan. Aturan dibuat supaya ada rasa keadilan, karena berlaku untuk semua. Kalau prinsip ini dilanggar, kehancuran tinggal menunggu waktu. Cukup banyak kisah akhir hayat pemimpin yang suram karena rasa kasihan pada orang-orang terkasihnya, anaknya, saudaranya, atau kroninya, dengan melanggar prinsip keadilan.

Ketegasan dalam Alquran ditujukan kepada orang kafir, asyiddaa’u ‘alal kuffar, ruhamaa’u bainahum. Saya termasuk orang yang berpendapat, orang kafir, termasuk di dalamnya adalah orang yang kufur nikmat. Mendapatkan pekerjaan, apapun itu asal halal, adalah nikmat. Tetapi tidak sepenuh hati menjalankan pekerjaan adalah contoh kufur nikmat. Aturan yang jelas sudah cukup menjadi bekal untuk bertindak tegas kepada yang kufur nikmat ini, siapa pun dia.

Termasuk ketegasan adalah tegas terhadap diri sendiri. Kalau salah, akui. Kalau benar dengan hujjah yang jelas, perjuangkan. Sikap risk averse dalam banyak kasus adalah pengingkaran dari ketegasan.

Atau jangan-jangan, kita salah menerjemahkan ‘baik hati’. Kita lupa memasukkan ‘tegas’ sebagai salah satu atributnya. Wallahu a’alam.

3 comments
  1. prayudi said:

    saya sebenarnya ingin memposting tema sejenis, dengan judul demi kemaslahtan…. saya cerita bagaimana tegasnya khailfah usman untuk mengasingkan abudzar al ghifari. Tegas bukan karena beliau tidak suka kepada abudzar tetapi demi menjaga kesatuan ummat islam. Abudzar di jaman khalifah Usman begitu teguhnya memegang prinsip hidup ketika masih bersama Rasulullah Saw, antara lain dalam hal kezuhudan, dan ternyata kondisinya sduh jauh berbeda dengan jaman Usman Ra. Dan dalam rangka menjalankan amar marufnya maka Abudzar senantiasa mengkritisi Usman akan berbagai kebijakannya yg mulai keluar dari sifat zuhud, kondisi di jaman Usman memang sdh berbeda karena mulai banyak para pembesar2 masuk islam sehingga latar belakang hidup mereka mempengaruhi keislaman di jaman Usman. Maka demi menjaga kemaslahatan justru akhirnya Abudzar tersebut yang diasingkan oleh Usman.
    Saya tidak ingin menembak seseorang, namun bila disekitar kita terdapat seseorang yg karena energinya berlebih sehingga keluar dari irama kebersamaan maka juga harus tegas, keluarkan dari orkestra kebersamaan kalau tidak akan mengganggu kemaslahatan ummat.

    (commentnya moderated yach… he..he..)

  2. Fathul Wahid said:

    Wah, seide Pak Yudi. Sebetulnya saya lama merenung. Saya sangat mungkin juga termasuk yang sulit untuk tegas, Sedang belajar tegas. Yang sering mengganggu saya adalah, dalam satu hal saya bisa tegas, tetapi dalam hal lain kurang tegas. Kemaslahatan nampaknya masuk menjadi pertimbangan, meskipun seringkali kemaslahatan jangka pendek.

    *Commentnya sudah unmoderated pak. Sebelumnya saya pake nilai default.😀

  3. adil,bijaksana,getlemen,berjiwa besar,rendah hati,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: