Ibu, kelahiran itu!

Minggu, 10 Februari 2008, jam 22.30, suara tangis bayi terdengar di keheningan malam. Keponakanku lahir di sebuah rumah bersalin. Setelah adik ipar berjuang sejak pagi hari, akhirnya si kecil yang diharapkan menghirup udara. Panjang 51 cm, dan berat 3,9 kg. Sangat besar untuk bayi dengan kelahiran normal.

“Sakit luar biasa,” kata adik ketika saya memberikan selamat. “Ya iya lah,” jawab saya. “Makanya kalau ada anak yang berani sama orangtua, terutama ibu, disebut kuwalat ya karena ini”, lanjut saya. Betul. Perjuangan seorang ibu sangat luar biasa. Namun tidak jarang perjuangan ini dilupakan oleh anak-anaknya. Proses kelahiran banyak digambarkan sebagai pergulatan antara hidup dan mati. Hanya rasa sayang kepada anak yang nampaknya membuat seorang ibu rela berkorban untuk itu. Karenanya, sangat mudah dimengerti jika Nabi Muhammad mengatakan bahwa surga ada di telapak kaki ibu.

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Kasih sayang ibu kepada anaknya, bagai sang surya yang menyinari dunia. Banyak ungkapan lain yang muncul di tengah-tengah masyarakat untuk menggambarkan keagungan seorang ibu. Berbahagialah untuk siapa saja yang sekarang masih mempunyai seorang ibu dan mempunyai kesempatan untuk membahagiakannya.

“Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku, dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku sewaktu aku masih kecil.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: