Dimanakan kepedulian itu?

Tidak seperti biasanya Yogya diguyur hujan lebat di pagi hari, sewaktu kesibukan orangtua banyak dihiasi acara mengantar anak ke sekolah. Beruntung yang mempunyai mobil, karena jas hujan nampaknya agak kewalahan membantu para pengendara sepeda motor.

Beberapa ruang jalan tergenang air cukup tinggi. Ketika kendaraan tidak mengontrol kecepatan, terciptakan “air mancur” dadakan di kiri-kanan ban. Inilah yang sering membuat petaka untuk pengguna jalan lain.

Dalam perjalanan, di sekitar ruang Jalan Solo sebelah timur Plaza Ambarrukmo (bukan Ambarrukmo Plaza sebagaimana banyak orang mengganti nama),  satu sisi jalan dua arah dengan divider ini cukup tinggi digenangi air. Tidak kurang dari 20 cm. Kendaraan pun pelan-pelan. Yang tadinya dua jalur, menyempit menjadi satu karena menghindari genangan air yang cukup tinggi.

Saat itu, seorang pengendara sepeda berjalan sangat pelan. Jas hujan jadul warna kuning dipakainya untuk melindungi dari terpaan air hujan yang mengguyur deras. Saya tepat berada di belakang samping kanan. Tiba-tiba, wuzzzzzzzzz sebuah taksi dengan hebatnya menyalip dari sebelah kiri dengan kecepatan cukup tinggi. Si pengedara sepeda berada di antara taksi dan mobil saya. Terlihat sangat kaget si pengendara. Tidak cukup dengan kaget, “air mancur” dadakan buatan taksi tersebut memandikan si pengendara sepeda yang nampaknya dalam perjalanan bekerja.

Saya tidak tahu apa yang dipikirkan si pengemudi taksi ketika tahu si pengendara sepeda basah kuyup. Bagaimana kalau ini terjadi pada dia? Di manakah kepedulian kepada sesama disimpan? Apa susahnya memperlambat kendaraan untuk menghormati diri dan pemakai jalan lain? Wallahu a’lam.

6 comments
  1. namanya saja di Jogja pak ?πŸ˜€
    kadang saya berfikir, apa sih istimewanya Jogja ini, sampai harus ‘memaksa’kan diri dengan daerah istimewa …

    lha orang jogja sendiri gak ada istimewanya ..he..he..

  2. Wahyu said:

    wew pak andri kok gitu! itu kan hanya sebagian kecil contoh orang yang nga peduli!tapi kan nga semua org nga peduli pak!nyata nya orang seperti pak fathul juga peduli,bahkan sampe nulis di blog tentang hal iniπŸ˜€

    mungkin si supir taksi tadi lagi

    1.ngejar setoran
    2.nganter ibu2 hamil jadi kudu cepet2
    3.emang bener2 nga peduli

  3. zeindrisaputra said:

    Apa gara-gara global warmming ya pak membuat semuanya menjadi berubah termasuk manusia nya juga berubah gak ada peduli lg antar sesama.
    @pak andry : jgn pernah menyalah kan daerah pak, itu mah udah dari sananya.:D

  4. yusdiwibowo said:

    kl dijogja sudah mulai seperti itu apalagi diluar sana ya??

    yg saya perhatikan di luar (negeri) sono lebih apatis orangnya..dimintain tolong aja malah dicuekin….ck ck ck

  5. oasis_nn said:

    jadi pengen inget 2 apa gua pernah juga ngga’ ya?,(nyipratin org) kalo pernah pada saat apa itu ya? mungkin gua ceroboh, ato ada perlu, sampe lupa sekitar, yg pasti ada korban tuh. Jadi pengen lebih hati 2 lagi nih dlm ngejalanin hidup. kan susah minta maaf sama korban yg mungkin blum kita kenal.
    Wah makasih bgt nih bisa dpt suri tauladan/cerita bagus.

    Pa kabar bpk Wahid

    Daiman Ahmad

  6. Betul sekali pak. Saya tadi sore juga habis digituin di ring-road dekat JIH. Benar-benar tidak berperikemanusiaan pengemudi mobil itu. Mentang-mentang orang kaya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: