Ketika kesabaran diuji

“Maka bersabarlah kamu seperti ulul azmi (orang-orang yang mempunyai keteguhan hati) dari rasul-rasul telah sabar.” (Al  Ahqaaf 46:35).

Kata sabar memang sangat mudah diucapkan. Namun tidak demikian dalam melaksanakannya. Orang kadang berkata, “Sabar kan ada batasnya.” Ungkapan, yang pada saat itu juga, menunjukkan bahwa pengucapnya sudah kehilangan kesabaran. Sabar adalah salah satu cara mendapatkan pertolongan Allah. Itulah janji Allah. “Minta tolonglah kamu (kepadaKu) dengan sabar dan sholat.”

Beberapa hari yang lalu, kesabaran saya diuji, dan ternyata saya tidak lolos ujian. Seorang kawan mengatakan kepada saya, “Kok ndadak begitu to Pak.” Seorang kawan yang lain langsung mengirim pesan pendek mendoakan. Seorang lagi yang lain dengan cara yang lain mengingatkan. Alhamdulillah, saya mempunya banyak kawan yang peduli dengan saya dengan cara selalu mengingatkan ketika saya salah melangkah.

Ketika ketemu dengan seorang kolega yang saya tuakan karena ilmunya, saya minta “fatwa”. Jawab beliau, “Jangan ikut gila!”. Ternyata kalau seseorang kehilangan kesabaran tidak beda dengan orang gila, yang kehilangan akal.  Karena menjaga kesabaran adalah bukan perkara mudah dan perlu pengendalian hati yang luar biasa, wajarlah Allah menjuluki para rasul yang sabar dengan sebutan Ulil Azmi (orang yang mempunyai keteguhan hati).

Sudahkah Anda sukses menjaga kesabaran seperti Ulil Azmi?

5 comments
  1. Kok nyambung dengan apa yang sedang saya alami ya, Pak. Terus terang, ini kali pertamanya saya tidak lolos tes agama. Seumur hidup, tes agama di mana saja selalu saya lalui dengan oke oke saja. Kegagalan ini sungguh terasa berat, apalagi karena ini adalah tes agama.

    Alhamdulillah Bu Ami juga langsung mengingatkan, bahwa ujian orang tu sendiri-sendiri. Mungkin ini ujian yang dijatahkan Allah ke saya agar saya meratap padaNya agar saya semakin dekat. Barangkali, itu juga yang dimaksudkan Allah untuk Pak Fathul.

    Yang saya yakini, bahwa semua yang Allah skenariokan pasti ada hikmahnya. Hikmah itu akan kita dapat kalau kita mau menerima dan mencoba mengambil pelajaran dari peristiwa itu.

    Bisakah kita mengambil pelajaran dari kegagalan itu?

  2. oasis_nn said:

    lagi pengen comment nih pak,🙂 gpp ya pak ????????

    Blum di katankan Org besar jika tidak sabar, hehehehe bener ngga’ pak?
    yuk sabar bareng bareng biar besarrr,

    heheehe
    Daiman Ahmad

  3. RX,,~ said:

    Pak saya adalah orang yang mempunyai tingkat kesabaran yang rendah..
    di organisasi saya, walaupun sering saya menampakkan senyum, tapi jauh dihati saya sangat pemarah.
    saya mencoba untuk kemarahan saya tidak keluar.
    apakah ini bisa bertahan terus pak,,
    mohon syaran atau tipsnya..

    klo tidak keberatan di email,, trimakasih..

    • Fathul Wahid said:

      Itu masalah latihan Mas. Carilah selalu pemaknaan positif setiap masalah. Serahkan pada Allah jika kita sudah berusaha mengatasinya. Insya Allah hari akan terasa ringan dan tenang.

  4. defry said:

    emang iya ya pak!!
    tp koq knp,,,kita para cucu2 nabi susah banget niru sifat sabar para ulul azmi ya pak??
    hmm,,bapak sendiri gimana pak??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: