Deals on the Wheels

Semua orang mempunyai waktu yang sama dalam satu hari, 24 jam. Ada yang dapat memanfaatkan dengan baik, ada yang tidak. Beruntunglah bagi mereka yang dapat memanfaatkan dengan baik sehingga lebih produktif.

Seorang kawan yang sangat produktif dalam menulis buku pernah saya tanya. Jawabannya cukup menarik. Bahkan beberapa bukunya ditulis di atas bis kota. Waktu yang “terbuang” dalam perjalanan yang cukup banyak ke dan dari kantor dimanfaatkan dengan baik. Seorang kolega yang lain mengatakan menulis garis besar beberapa bab bukunya sewaktu menunggu pesawat di bandara. Luar biasa.

Saya sendiri, perjalanan ke tempat kerja yang kadang menyita 45 menit sampai satu jam juga terasa cukup lama. Jangan heran jika dalam perjalanan tersebut saya menghabiskan pulsa telpon untuk melakukan koordinasi dan mengecek perkembangan beberapa program dengan staf dan kolega. Menarik. Banyak kesepakatan bahkan yang terlahir di atas roda kendaraan. Memang ada masalah sewaktu harus menyopir sendiri. Harus ekstra hati-hati dengan refleks yang bagus.šŸ™‚ Tetapi dengan fasilitas handfree, dan fasilitas voice call,masalah ini dapat diselesaikan. Hanya saja untuk yang bersepedamotor, nampaknya masih sulit, kecuali Anda menjadi penumpangnya.

Jika Anda pergi dengan sopir yang setia menemani, konsentrasi Anda untuk melakukan koordinasi dengan bantuan telpon pasti akan semakin baik. Saya yakin eksekutif di kota-kota besar yang harus banyak menghabiskan waktu di atas roda kendaraan juga melakukan itu. Intinya, jangan biarkan waktu terbuang pecuma jika Anda bisa memanfaatkannya.

10 comments
  1. yusdi said:

    pertamax

    wah bahaya tuh pak bawa mobil sambil berkomunikasi, butuh konsentrasi tinggi.
    tapi menurut saya bawa mobil itu harus dengan insting, mau disambi apa aja kl instingnya kuat InsyaAllah ga nabrak. asalkan jangan lupa berdoa…heheheheh

  2. wahyu said:

    kalo saya pribadi sih belum begitu perlu segitunya pak! hehehe

    lha belum jadi rektor! paling juga montok memanfaatkan waktu di jalan buat godain cewek2 yg lewat

  3. SAmBil menyelam Minum AIR…
    tapai nak ra ati2 entar malah jadi keMbung….

    Kudu Hati2 Gitu..hehehe

  4. hanafi said:

    Cocok itu pak, kalo saya sih implementasinya ya pas kuliah disambi chating ma donlot (maklum bw gedhe).. ehehehehe.

  5. uzan said:

    Alhamdulillah, sekarang saya mulai mencoba hal yang baru pak..
    setiap perjalanan jauh, selain membawa bekal snack dan coklat, sebelum berangkat saya sempatkan membaca buku referensi, atau nge-print beberapa bagian dari e-book yg saya anggap penting untuk dibaca..
    kalau memang lagi males baca referensi, ya sudah akhirnya “sangu” buku humor sufi, kisah teladan, atau novel sejenis Di Atas Sajadah Cinta .. lumayan pak, bisa buat refleksi diri.

  6. Setuju Pak Fathul, kita harus selalu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Kalau pergi ke suatu tempat yang kemungkinan akan mengharuskan saya menunggu, saya selalu membawa buku. Sambil berdiri antri di depan teller bank (yang bisa menghabiskan waktu 30 menit), saya manfaatkan untuk membaca. Lha, mosok berdiri setengah jam cuma bengong saja?
    Nunggu di bandara, selama di pesawat, adalah waktu terbaik untuk membaca. Dengan buku di tangan, kita tidak pernah merasa bosan dan kesal jika terpaksa harus menunggu lama, atau menghabiskan waktu sendirian. Jeleknya, karena terbiasa membaca waktu bepergian, kadang-kadang saya merasa terganggu ketika harus pergi bersama orang lain, soalnya ada kuwajiban ngobrol … Apalagi kalau obrolannya nggak ‘klik’ … he he …
    Jeleknya lagi, kalau buku yang saya baca lucu, dan saya tertawa sendirian, orang mungkin mengira saya lagi ‘error’ …

  7. Harry said:

    Memang kadang kita mengeluh masalah waktu, waktu juga bisa jadi singkat ketika menemukan hal yg kita sukai dan waktu bisa menjadi lama jika menemukan sesuatu yang kita benci…”Waktu itu relatif dilihat dari sudut pandang mana kita melihatnya” memang secara logika 1 hari itu 24 jam tapi sekali lagi dalam pemanfaatanya tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya…hehehe

  8. Waktu memang secepat kilat ya..Mas. Rasanya baru kemarin-kemarin kita rapat di IPM SMA Muhi, sekarang udah beranak pinak,hehe. Blog Mas Wahid saya link-kan di blog saya. Semoga juga sebaliknya. Supaya silaturahmi ttap terjaga. Salam dari Kuala Lumpur.

  9. Fathul Wahid said:

    Untuk semua yang telah merespon, terima kasih. Memang time flies. Waktu terbang. Tanpa terasa, kalau kita tidak isi dengan benar, hanya ada penyesalan di kemudian hari Coba kalau dulu saya gini, coba kalau dulu saya gitu, dst. Mudah-mudahan kita kita termasuk orang yang berandai-andai waktu berputar ulang alis menyesali pilihan yang telah dibuat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: