Know-How

Tak terasa sudah satu bulan saya tidak posting satu pun di blog ini. Banyak sebenarnya yang ingin ditulis, tetapi energi dan waktu kadang berkata lain. Halah .. alasan saja.🙂 Di sela-sela aktivitas harian, alhamdulillah masih ada sebagian waktu yang tersisih untuk membaca. Buku karya Ram Charan, seorang konsultan manajemen kelas jagat, yang berjudul “Know How: The 8 Skills That Separate People Who Perform from Those Who Don’t”, menarik perhatian saya ketika berjalan-jalan di toko buku.

Berbekal analisis terhadap pengalamannya yang berwarna dan kaya, Ram Charan, menyimpulkan 8 know how yang harus dimiliki oleh pemimpin perusahaan untuk bisa menjadi pemimpin dan memenangkan persaingan yang semakin ketat dengan konstelasi yang terus berubah dengan sangat cepat. Apa saja 8 kemampuan tersebut?

Pertama adalah kemampuan untuk menempatkan perusahaan pada posisi yang tepat dalam peta persaingan (positioning – harap dibedakan dengan positioning dalam manajemen permasaran). Pemilihan posisi yang tepat akan menentukan keberlangsungan dan kemajuan perusahaan. Tetapi diingatkan bahwa ini bukan proses sekali jadi. Re-posisi selalu harus dilakukan karena lingkungan yang selalu berkembang, karena konstelasi yang selalu berubah.

Kedua adalah kemampuan sintesis atau mencari keterkaitan pola yag terjadi di lingkungan luar perusahaan (pinpointing pattern of external changes). Tanpa pengetahuan yang luas dan internalisasi pengalaman yang baik, kemampuan ini tidak mungkin dimiliki.

Ketrampilan yang ketiga terkait dengan kemampuan membuat sistem sosial yang memungkinkan orang-orang di perusahaan dengan baik. Pimpinan harus mampu menciptakan dan mempimpin sistem sosial ini.

Keempat, jangan sembarangan melakukan penilaian kepada orang. Judment yang dilakukan harusnya komprehensif, apalagi didasarkan pada prinsip like and dislike, sehingga tidak melenceng dari kenyataan.

Kelima, kemampuan membangun sinergi dan membangun working team of leaders. Pimpinan-pimpinan yang penuh energi dengan ego yang sangat mungkin tinggi harus dapat dimasukkan ke dalam orkestra perusahaan yang menjadikan lebih dari sekedar penambahan-penambahan ke semua elemen yang terlibat. Sinergi harus diciptakan.

Keenam, kemampuan mengetahui tujuan perusahaan dengan developing goals, tujuan yang berkembang. Artinya, keseimbangan antara apa yang dicita-citakan perusahaan harus diimbangi dengan pengetahuan tentang apa yang secara reaslistik dapat dicapai.

Ketujuh, kemampuan menentukan skala prioritas yang tajam. Prioritas ini akan menjadi peta jalan mencapai tujuan perusahaan. Kedelapan, pemimpin yang berhasil dapat menghadapi tekanan sosial (sosietal pressure) dengan kreatif dan positif. Tekanan sosial ini seringkali tidak terkait dengan pembentukan nilai ekonomis perusahaan, seperti politik kantor, tetapi harus dihadapi dengan baik.

2 comments
  1. wah boleh di pinjam nih kapan – kapan pak😉, saya akhirnya sampai juga di blog bapak, numpang lewat yah pak he3x

  2. hem, cukup menarik untuk bekal jadi top level manager.

    Keempat, jangan sembarangan melakukan penilaian kepada orang. Judment yang dilakukan harusnya komprehensif, apalagi didasarkan pada prinsip like and dislike, sehingga tidak melenceng dari kenyataan.

    .. terus terang saya belum bisa menerapkan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: