“Siapakah” UII?

Beruntung saya bisa mengikuti sebuah seminar nasional memperingati 100 tahun M. Natsir (1908-2008). Seminar diselenggarakan di Auditorium Kahar Muzakkir UII dengan menghadirkan beberapa pembicara yang berbicara dalam berbagai perspektif, mulai Sri Sultan Hamengkubuwono X, Prof. Joko Suryo (sejarawan UGM), Prof. Fachry Ali (UIN Syarif Hidayatullah), Habib Chirzin (tokoh pergerakan Islam, yang senang menyebut pekerjaannya “seminaris”) , dan Prof. Edy Suandi Hamid (Rektor UII).

Kesimpulan saya, M. Natsir adalah manusia langka. Salah satu tokoh terbaik yang diberikan Allah kepada bangsa ini. M. Natsir adalah tokoh yang pemikirannya melebihi zamannya. Dia seorang multi-linguist, menguasa banyak bahasa: Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan Arab. Dari pemikiran dan tekatnya lah, UII lahir. M. Natsir adalah sekretaris Dewan Kurator UII ketika pertama kali di dirikan dengan nama Sekolah Tinggi Islam, di Gondangdia, Jakarta pada 27 Rajab 1364 H yang bertepatan dengan 8 Juli 1945. Ketua Dewan Kurator adalah bapak bangsa Dr. Moh. Hatta, dan Rektor pertama UII adalah Prof. K. H. Abdul Kahar Mudzakkir.

UII lahir di bumi pertiwi dengan harapan-harapan besar yang dicetuskan oleh orang-orang besar dilandasi nilai-nilai suci. Sangat sayang kalau UII tidak berjalan dengan bingkai tersebut. Anda tahu apa wasiat terakhir Prof. K. H. Abdul Kahar Mudzakkir satu hari sebelum meninggal karena kecelakaan? “Aku titip UII, tolong dijaga dan dikembangkan.”

“… ujud Sekolah Tinggi Islam ialah membentuk ulama’ yang berpengetahuan dalam berpendidikan luas serta mempunyai semangat dinamis. Hanya ulama’ yang seperti itulah yang bisa menjadi pendidikan yang sebenarnya dalam masyarakat. Di Sekolah Tinggi Islam itu akan bertemu agama dengan ilmu dalam suasana kerjasama yang membimbing masyarakat ke dalam kesejahteraan.”

Demikian isi salah satu bagian pidato Dr. Moh. Hatta pada Pembukaan Sekolah Tinggi Islam setelah dipindahkan ke Yogyakarta pada 10 April 1946.

Hanya saja dalam perkembangannya, Dr. Moh. Hatta sendiripun kecewa dengan perkembangan UII. Dalam Biografi Politik Moh. Hatta yang ditulis oleh Deliar Noor termuat

“Ia (Dr. Moh. Hatta) sayangkan sekali bahwa universitas ini berkembang berbeda dari yang ia cita-citakan. Cita-citanya agar universitas tersebut benar-benar mencerminkan sifat dan isi Islam, bukan sekadar menyandang nama Islam dengan isi yang merupkana duplikat dari universitas negeri.”

Saya beruntung bisa bergabung dengan universitas perjuangan ini. Universitas yang dibangun dengan niat luhur.

Saya sering berpikir, kalau ada yang merasa kecewa dengan UII yang dipersonifikasikan sebagai orang-orang yang sedang menerima amanah, sangat wajar. Tetapi kalau pemegang amanah tersebut adalah UII, itu yang salah. UII adalah semua sivitas akademika yang setuju dengan cita-cita luhur pendiri. UII adalah apa yang dicita-citakan oleh para pendiri. Jika Anda termasuk yang tidak setuju? Ada baiknya dipikirkan untuk mencari tempat pengabdian lain yang bisa memenuhi semua keinginan Anda. Kalau ada pengemban amanah yang kurang pas dalam bertindak, kita wajib meluruskan. Ada forum yang bisa digunakan. (Insya Allah bersambung…)

9 comments
  1. wahyukresna said:

    salam kenal Pak Fathul Wahid.

    wah saya juga ingin sekali ikut seminar itu, tapi waktu itu masih ujian,
    jadi begitu ya asal muasalnya… tapi pak Fathul, saya masih belum faham dengan tulisan bapak pada paragraf akhir….🙂

    saya tunggu kelanjutannya.,

  2. fadliyusra said:

    Luar Biasa….
    Jujur awalnya saya belum siapa itu M.Natsir, namun ketika membaca spanduk seminar tersebut ada pembicara hadir seperti Sri Sultan Hamengkubuwono X, Pak Edi Suandi Hamid serta yang lainnya, saya mulai berpikir bahwa M.Natsir ini adalah orang besar. Tulisan ini lah yang tampaknya membenarkan pikiran saya. Saya juga jadi tahu isi dari apa-apa saja yang diharapkan oleh pendahulu kita. Kita wujudkan bersama….InsyaAllah

  3. abah said:

    Salam kenal pak….

    Alhamdulillah tahun ini saya mulai kuliah di UII (Informatika)

  4. dimas said:

    wah gak nyesel masuk UII..hehe

  5. Gg said:

    Oalah

    Tambah fak nya dong UII

  6. Pak fathul wahid… Tukeran link yuk… saya dari Teknik Kimia UII angkatan 2002

  7. Hilmi said:

    Assalamualaikum wr wb.
    Salam kenal pak fathul, terima kasih pak-saya jadi tertarik dengan sejarah uii. saya copy dikit ya pak untuk disebarkan🙂

    • Fathul Wahid said:

      @Hilmi: Wa’alaikumussalam. Silakan saja disebarkan kalau dirasa bermanfaat. Salam kenal juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: