Ketika Kebenaran Dimonopoli

Pernah bicara dengan orang yang sibuk dengan pemikirannya sendiri? Pernah bertemu dengan orang yang tidak pernah melihat sisi baik orang lain? Pernah tahu orang yang merasa tahu semuanya? Jika jawaban Anda pernah, Anda beruntung. Lho? Anda akan belajar banyak dari orang-orang seperti itu. Kata orang, untuk menjadi orang yang baik, ada dua pelajaran yang mesti diingat. Kenali yang baik, dan kenali yang jelek. Nah, Anda telah menjalankan yang kedua. Sisanya, jalankan yang pertama.

Namun, tidak lantas segala sesuatunya hitam dan putih. Jika anggapan Anda demikian, jangan-jangan Anda merupakan salah satu dari mereka. Ada memang yang harus tegas hitam-putih, tetapi banyak yang tidak semudah itu. Pemahaman akan sebuah konsep sangat mungkin berbeda. Banyak perspektif yang muncul untuk sebuah masalah.

“Nabi seperti itu!,” kata seseorang yang merasa meniru Nabi dalam menjalankan ketegasan terhadap orang lain. Apapun yang dilakukan orang lain tersebut salah. Padahal, sisi lain Nabi adalah sangat pemaaf. Kita masih ingat kisah Nabi yang menyayangi orang yang setiap hari meludainya ketika Nabi lewat berjalan kaki. Nabi tidak pendendam.

Nabi sendiripun yang bersifat ma’shum, terpelihara dari dosa, juga pernah berdebat dengan Umar dalam mengambil sebuah keputusan. Ternyata Umarlah yang benar, sesuai dengan ayat Allah yang datang beberapa saat kemudian. Artinya apa? Kebenaran selain kebenaran ilahiah sangatlah beragam. Karenanya, ketika seseorang memonopoli kebenaran, tanpa disadari orang tersebut telah merasa menjadi Tuhan. Hanya Tuhan yang tidak pernah salah. Ketika seseorang merasa tahu segalanya, orang tersebut juga telah mengidentifikasi dirinya sebagai Tuhan. Hanya Tuhan yang tahu segalanya. Ketika seseorang merasa semua yang dilakukan orang lain salah dan tidak tercermin sebuah kebaikan, maka dia telah melebihi kebodohan setan. Setan pun tahu mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga tidak salah sasaran dalam menggoda manusia. Pantaskah kita menjadi Tuhan? Maukah kita lebih bodoh dari setan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: