Turning Point

Apa yang Anda pikirkan ketika membaca beberapa testimonial berikut?

“Gilaaa! [Program ini] benar-benar mengubah pandangan hidup saya. Saya jadi sadar kalau saya punya sesuatu buat diubah dan dibanggakan. Buat yang gak ikut, bersiaplah untuk bingung terhadap terhadap dirimu sendiri.”

“Luar biasa, saya sangat butuh [program ini], bisa membuat hidupku bersemangat. Sebelumnya saya selalu binggung mengenai pandangan hidup. Setelah pertemuan pertama ini, saya lebih baik, dan mempunyai pandangan untuk detik selanjutnya apa yang harus dan seharusnya saya lakukan. Ini tidak bohong dan tidak rekayasa, karena ini bukan paksaan. Ini suatu kebutuhan hidup yang seharusnya kita dapat.”

“Jujur, saya sangat tersentuh karena apa yang saya rasakan semuanya mereview antara saya dan keluarga saya. Pada awalnya keluarga saya tidak direstui oleh saudara-saudara dari pihak ayah saya, karena dari keluarga saya tidak ada yang dibanggakan. Dan setelah mengikuti, melihat, dan mendengarkan apa yang saya alami di sini, di program ini, saya semakin terpacu untuk menjadi membuat orangtua bangga. Saya tidak ingin mensia-siakan ilmu yang dapat di [program ini]. Teman-teman, tolong datang di [program ini] yang sudah diatur oleh kampus. Ini pelajaran yang berarti dan sekali seumur hidup untuk membanggakan orangtua.”

“[Program ini] membuat saya percaya pada diri sendiri dan termotivasi untuk menjalani hidup dengan kelebihan yang sekarang kupunyai tanpa melihat kekurangan pada diriku, dan menjadikan kekurangan tersebut menjadi kelebihan yang berarti. [Program ini] berarti bagi hidup kita. Dapat mengubah kehidupan yang sekarang menjadi lebih baik, dengan percaya pada kemampuan diri sendiri.”

“Dengan mengikuti [program ini] saya menambah teman dan terjawab semua rasa penasaran saya. Saya mengerti kekurangan saya serta mengetahui secara langsung penilaian orang terhadap saya. Sekarang, saya merasa dalam hidup ini lebih baik mati daripada terus hidup menjadi pecundang yang tidak mengenal diri sendiri.”

“Saya ingin sukses dan ingin membahagiakan orangtua saya. Saya sudah menemukan jawabannya. Jawaban itu adalah perubahan. Perubahan ke arah yang lebih baik. Dan, perubahan itu ada di [program ini]. Saya senang mengikuti pelatihan ini. Awalnya adalah kewajiban, tetapi setelah saya merenung, program ini adalah kebutuhan. Ayo teman-teman, ikutan program ini! Karena kalian punya potensi. Kalian luar biasa.”

Potongan kalimat-kalimat di atas terekam dalam kertas-kertas kecil dengan tulisan tangan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia. Kemudian, apakan yang dimaksud dengan “program ini”?

Sungguh merupakan sebuah kebahagiaan ketika sebuah program pengembangan soft skills mahasiswa yang dicanangkan mendapat sambutan yang baik. Program tersebut adalah Students’ Soft Skills Development (S3D) Program, yang sudah diujicobakan di Jurusan Teknik Informatika pada tahun 2007. Pada tahun 2008, program dinaikkan ke fakultas dan mencakup semua mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, kami dibantu oleh Pusat Psikologi Terapan FPSB UII.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan soft skills mahasiswa. Nampaknya kita sudah tidak bisa mengingat berapa kali mendengar pentingnya soft skills. Namun masalahnya adalah, apa yang telah dilakukan secara sistematis untuk meningkatkan soft skills mahasiswa? S3D Program adalah salah satu ikhtiyar kecil untuk mengisi ruang itu.

Banyak kisah menarik selama pelaksanaan. Hari pertama pelaksanaan, satu kelas tidak menunjukkan adanya peserta yang datang. Akhirnya, kami pun menelepon satu per satu mahasiswa peserta kelas tersebut. Beragam jawaban didapat, mulai dari tidak tahu sampai dengan malas. Namun dengan pendekatan kesabaran dari sekretaris dekanat, beberapa mahasiswa akhirnya datang mengikuti pelatihan. Dan, salah satu testimonial di atas adalah dari mahasiswa tersebut yang tidak datang dengan alasan malas. S3D Program dianggap sebagai turning point, titik balik.

Saya hanya berharap, ikhtiyar sederhana ini menjadi sebuah awal langkah besar untuk mahasiswa peserta menuju perubahan! Semoga.

8 comments
  1. nico said:

    gag kebagian saya pak…

  2. setiaji said:

    Penasaran juga ma ni program, kayaknya bermanfaat bgt, angkatan 06 masih bisa ngikut gak yaks..??

  3. ikutan ngancung seperti nico dan fajar. Angkatan 2003 yang terlanjur lulus. Coba pak fathul jadi dekan dari dulu yah

  4. Pak Fathul, buat juga untuk alumni seperti banyak yang berminat

  5. salut pak atas kegigihan panitia, dan kesabaran sekretaris dekanat.. andai temen-temen di FTI UII pada sadar betapa pentingnya softskills, saya yakin mereka nggak bakal malas2an unt datang.🙂
    @ Iqranegara : SETUJUUUUUU!!!!!
    atau diutamakan yang baru lulus dan masih nganggur, sekalian di kasih njlentrehan apa yang akan mereka hadapi di dunia kerja..🙂
    (hanya harapan saya pak).

  6. Fathul Wahid said:

    @All, terima kasih komentarnya. Untuk yang sudah lulus nampaknya di lapangan akan lebih menantang untuk mengembangkan diri. Kita juga mendapatkan banyak permintaan dari angkatan sebelum 2008, tetapi dengan berat hati belum bisa difasilitasi dengan berbagai alasa. Banyak ruang kreativitas di luar S3D program yang bisa digunakan. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan.

  7. Ah kirain testimonial dari situs-situs penjual mimpi atau dari program multilevel marketing… ternyata bukan… hahaha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: