Komitmen

Menurut Cambridge Advanced Learner’s Dictionary, Anda disebut berkomitmen “when you are willing to give your time and energy to something that you believe in, or a promise or firm decision to do something”, ketika Anda mau memberikan waktu dan energi untuk sesuatu yang kita yakini, atau sebuah janji, atau sebuah keputusan bulat untuk melakukan sesuatu. Semua orang mempunyai keterbatasan waktu dan energi, tetapi dengan komitmen yang baik, waktu dapat “dibuat” dan energi dapat “dikumpulkan”.

Hanya saja memang komitmen ini sangat mudah diucapkan, tetapi tidak mudah dipenuhi. Orang yang jelas-jelas dengan ukuran tertentu tidak mempunyai komitmen saja, bisa dengan tanpa beban mengatakan, “Saya telah berkomitmen”. Komitmen beda jauh dengan keinginan (interest). Seringkali kali komitmen hanya disamakan dengan niat baik. Ketika kita mempunyai keinginan untuk melakukan sesuai, maka kita akan melakukannya ketika kondisi memungkinkan. Ketika kita memantapkan komitmen, kita tidak akan banyak alasan untuk tidak melakukannya, karena orientasi kita kepada hasil. Karena itu, salah satu ciri orang baik yang mempunyai komitmen rendah adalah terlalu banyak alasan jika akan meninggalkan kewajiban. Ada ini, ada itu, capek, sudah lembur berhari-hari, baru tidur 2 jam sehari, dan sebagainya. Kalau hanya alasan seperti itu, tunggale akeh mas/mbak. Banyak bung orang yang bisa memberikan alasan serupa itu. Ada satu kilometer alasan yang bisa disampaikan. Tetapi, saya termasuk orang yang percaya, komitmen dapat menjadikan kita manusia dengan waktu dari 24 jam sehari, manusia dengan energi berlebih.

Komitmen ada janji yang harus ditepati. Untuk memenuhi janji, jangan biasanya orang lain menagihnya. Apalagi kalau hanya dengan jawaban, “Wah lupa je”, “Wah saya sedang tidak punya waktu je”. Bukannya orang boleh lupa, tetapi membiasakan diri sebagai pelupa, atau lupa dijadikan tameng untuk banyak masalah, adalah kebiasanya yang sangat tidak etis. Kita harus hati-hati mengatakan itu. Kalau suatu saat keberadaan kita digantikan oleh orang lain untuk komitmen yang pernah kita sampaikan, maka jangan heran kalau kehadiran kita dalam komunitas tidak banyak bermanfaat. Toh masih banyak gantinya. Orang dengan komitmen tinggi dalam melaksanakan tugas yang diberikan biasanya sulit tergantikan.

Komitmen juga akan terkait dengan makna kehadiran kita dalam sebuah komunitas. Orang yang berkomitmen seringkali menjadi sumber energi bagi yang lain. ketiadaan orang seperti ini merupakan sebuah kehilangan besar. Jadi kalau kita tidak hadir dalam sebuah pertemuan, dan kawan-kawan kita merasa tidak terkena dampaknya, bisa jadi kehadiran kita tidak menggenapkan atau mengganjilkan. Alias tidak bermakna.

Apakan yang selama ini kita anggap komitmen itu, ternyata niat baik saja, atau keinginan saja yang jika memungkinkan dilaksanakan, atau betul-betul janji yang jika diingkari adalah sebuah hutang yang belum terbayar? Hidup berkualitas tidak bisa hanya mengandalkan niat baik atau keinginan. Komitmen yang dilaksanakan adalah salah satu penentunya.

Semoga Allah memudahkan kita menjadi orang berkomitmen yang sesungguhnya, orang dengan kata dan perbuatan yang sama.

14 comments
  1. ricky said:

    iya nie pak,, jd tersindir. hehehe
    saya baru beruasah untuk memegang komitmenšŸ˜‰
    doakan semoga saya pak menjadi orang yang memegang komitmenšŸ™‚

    • Fathul Wahid said:

      Sama-sama mas. Saling mendoakan.

  2. hardo said:

    Wah, luaaaar biasa. pencerahan yang bikin saya pontang-panting ini. terima kasih ya mas fathul.Berkat Tuhan melmpah untuk anda.

    • Fathul Wahid said:

      Terima kasih Mas Hardo. Berkat dan kedamaian mudah-mudahan selalu menyertai.

  3. Wah, terimaksih, saya sangat sependapat dengan Anda Mas. Salam kenal.

    • Fathul Wahid said:

      Terima kasih Mas. Salam kenal juga dari saya.

  4. Sriyanti said:

    Keren buanget. . Thanks buat artikelnya. .

    • Fathul Wahid said:

      Sama-sama Mbak.

  5. elan said:

    Mantab mas…
    komitmennya…

  6. dwi said:

    trimakasih pak,komitmen adalah langkah awal mencapai kesuksesan.
    ujar slh 1 dosen sy,:)i kesuksesan.
    ujar slh 1 dosen sy,:)

  7. terima kasih mas fathul. kegundahan saya tentang komitmen bisa terjawab…
    rahmat tuhan selalu menyertai kita semua…

  8. arie ajah said:

    makasih atas masukannya, semoga aku bisa…………………………
    salam kenal

  9. Duh.. baru ketemu dgn artikel ini. Dan baru benar2 sadar kalau masih belum bisa berkomitmen.
    Terima kasih Pak tulisannya bagus sekali. Salam kenal!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: