You’re the boss, stupid, that’s why they hang on your every word

Hard Truth About Soft SkillsKaget membaca judul di atas? Judul tersebut mengindikasikan salah satu soft skill yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang efektif. Dengan sangat apik, Peggy Klaus dalam buku The Hard Truth about Soft Skills mengupas pentingnya soft skill dalam dunia kerja. Dalam salah satu bab, Klaus mengupas dengan ilustrasi yang kaya tentang soft skill yang harus dimiliki pemimpin. Dalam bahasa aslinya, delapan saran untuk pemimpin adalah: (1) know what you’re getting into, (2) a good manager knows when to lead, (3) avoid being a know-it-all, say-it -all, control-it-all kind of boss, (4) people aren’t mind readers, (5) you’re the boss, stupid, that’s why they hang on your every word, (6) treat everyone equally, (7) the impostor syndrome will follow you up the ladder, dan (8) a little humility takes you a long way.

Pemimpin yang jelek (bad boss dalam bahasa Klaus) biasanya karena dia tidak tahu apa yang akan dia kerjakan atau tidak memiliki cukup pelatihan atau pengalaman. Ada empat macam bad boss, (a) exploders yang temperamennya susah diprediksi, (b) charmers yang menghundari konflik yang terlihat sangat baik hati, menyenangkan, menyetujui semua usulan,tetapi tidak memberikan arahan yang jelas, (c) wet bankets adalah bad boss dengan motto no can do, dan mendapatkan reputasi dengan mematikan semua ide yang ada, (d) know-it-alls yang merasa mengetahui semua masalah dan gengsi untuk bertanya atau meminta opini kepada yang lain.

Pemimpin juga harus tahun kapan harus memimpin, kapan harus mendelegasikan wewenang. Meski demikian, tidak ada orang yang tahu segalanya. Pemimpin juga demikian. Perbaiki pendapat Anda dengan meminta banyak opini. Jika Anda mempunyai ide, katakan, karena bawahan Anda bukan pembaca pikiran. Karena Anda pemimpin, jangan salahkan karena bawahan Anda menunggu “petunjuk” Anda dalam menyelesaikan atau melaksanakan pekerjaan.

Tidak kalah penting adalah, perlakukan semua orang dengan adil. Jangan sampai, karena seseorang dulu bukan pendukung kita, maka dia kita abaikan atau bahkan dipersulit urusannya. Dan, yang pendukung diperlakukan dengan sangat baik tetapi dengan melanggar peraturan dan etika yang ada.

Tidak jarang pemimpin baru mengalami sindrom kegamangan karena tidak berhasil menginternalisasikan keberhasilan yang diraihnya. Sindrom ini akan membuat pemimpin tidak percaya diri dan merasa bahwa keberhasilan yang dicapai adalah karene keberuntungan, timing yang tepat, atau faktor lain yang tidak bisa dia kendalikan.  Tentu saja, sindrom ini berbeda dengan tawadlu’ atau rendah hati. Sindrom impostor adalah indikator rendah diri, bukan rendah hati.

Terakhir, tidak ada salahnya seorang pemimpin tetap bersahaja, rendah hati. Kebersahajaan inilah yang akan melesatkan pemimpin, karena dia akan terus menjadi manusia pembelajar.

4 comments
  1. Alam said:

    sangat menginspirasi Pak😀 don’t skip your soft skills

  2. Buku yang harus dimiliki dan dipraktekkan tentunya, Besok2 review Leadership Book lagi ya Pak , salam🙂

  3. ulasan yang bermanfaat pak, terima kasih.

    saya pernah mendapat pelatihan leadership, dan di berikan sebuah pernyataan “leadership macam apapun itu bagus selama apa yang dipimpinnya berhasil menyelesaikan tugas dengan baik” menurut bapak, pernyataan itu benar tidak pak?

    • Pertanyaan kan kemudian, leaderhsip seperti apa yang bisa memastikan yang dipim[in menyelesaikan pekerjaanya. Apakah semua tipe leadership bisa? Kok kethoke jawabannya tergantung ya.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: