Potret buram wanita Indonesia?

Saya yakin banyak yang merasa tidak nyaman dengan judul di atas. Tulisan ini tidak lebih merupakan ungkapan keperihatinan terhadap sebuah acara yang ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta dalam rangka memperingati Hari Kartini. Betapa tidak, sebuah acara yang seharusnya dikemas untuk menunjukkan bahwa wanita Indonesia bermartabat, justru bisa berdampak sebaliknya. Sebabnya sangat sepele tapi sangat berpengaruh: pemilihan lagu yang dinyanyikan. Judul lagu tersebut adalah “Cinta Satu Malam”, yang dalam tradisi seks bebas di dunia barat disebut dengan “One Night Stand”.

Coba simak lirik lagu tersebut:

Walau cinta kita sementara/Aku merasa bahagia/Kalau kau kecup mesra di keningku/Ku rasa bagai di Surga

Reff: Cinta satu malam/Oh indahnya/Cinta satu malam/Buatku melayang/Walau satu malam/Akan selalu ku kenang/Dalam hidupku/Cinta satu malam/Oh indahnya/Cinta satu malam/Buatku melayang/Walau satu malam/Akan selalu ku kenang/Selama-lamanya

Sentuhanmu membuatku terlena/Aku telah terbuai mesra/Yang ku rasa hangat indahnya cinta/Hasratku kian membara

Jika lagu dengan lirik seperti ini ikut menghiasi peringatan Hari Kartini, kira-kita potret wanita Indonesia seperti apa yang diharapkan? Atau justru fenomena yang diusung lagu ini merupakan keseharian sebagian wanita Indonesia, potret buram sebagian wanita Indonesia. Wallahu a’lam.

9 comments
  1. hm.. mencoba memahami artikel ini..
    mas boleh ndak jadi temen di blogroll.
    terima kasih

  2. Alam said:

    hahaha.. itulah kartini jaman sekarang:mrgreen:

  3. benar pak. Di jambi malah ada suatu EO yg mengadakn acara untuk memperingati hari Kartini dengan menggelar pertunjukan tari ular (perut), apa hubungannya coba?. Sepertinya hari Kartini telah mengalami pergeseran makna ya pak

    • Fathul Wahid said:

      Nah lho, jadi tambah bukti ya dugaan saya. ;-(

  4. sebagai seorang muslimah, saya juga kadang (sering) merasa miris dengan banyak cerita negatif tentang wanita. Padahal dalam Islam, wanita dijunjung tinggi derajatnya dan mulia. Hope kita terhindar dari hal2 yang merusak dan semoga para wanita sendiri dapat menjaga harkat dan harga dirinya sendiri….amiinnn

    • Fathul Wahid said:

      Betul Mbak Pipit. Mudah-mudahan keadaan semakin membaik. Makasih ya untuk diskusinya di UMK beserta tim pekan lalu. Sukses selalu.

  5. memang lirik itu buat wanita semakin tidak punya harga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: