Apa Kabar e-Government Indonesia?

Beberapa hari lalu, di kolom ini (SKH Kedaulatan Rakyat – red :-)), kolega saya menulis tentang ide pemanfaatan teknologi informasi (TI) untuk mengontrol konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Jika ide ini diimplementasikan, dengan segala tantangan yang menyertainya, pemerintah Indonesia akan menambah layanan e-government, atau penggunaan TI di sektor pemerintah. Masih banyak contoh layanan e-government yang bisa diberikan, termasuk pembayaran pajak bumi bangunan secara online atau melalui ATM bank, lelang pengadaan online, layanan perijinan terpadu satu pintu dengan bantuan TI, dan fasilitasi komplain dari masyarakat dengan beragam kanal (telepon, layanan pesan pendek (SMS), situs web).

Saat ini, semua layanan ini, sudah bisa dinikmati atau dimanfaatkan oleh masyarakat. Masyakarat memang seharusnya dijadikan penikmat utama dari implementasi e-government. Ini juga yang menjadi tema utama e-Government Survey 2012 yang dirilis oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa hari lalu. Tema besar tahun ini adalah e-Government for the People, e-government untuk masyarakat. Manfaat yang bisa dinikmat oleh masyarakat antara lain adalah peningkatan kualitas layanan publik, transparansi beragam proses pemerintah, dan terbukanya pintu partisipasi langsung.

Posisi teratas masih dipegang oleh Korea, juara yang sama pada tahun 2010. Posisi selanjutnya berturut-turut ditempati oleh Belanda, Inggris, Denmark, dan Amerika. Bagaimana dengan Indonesia? Tahun ini, Indonesia duduk manis di peringkat 97 dari 193 negara. Ada kabar baik dan buruk yang menyertai peringkat ini.

Kabar baiknya, posisi Indonesia naik 12 peringkat, dari 109 pada tahun 2010. Indonesia juga dimasukkan ke dalam daftar negara dengan kinerja terbaik bersama dengan 30 negara lainnya. Kita harus mengapresiasi capaian ini. Tanpa kerja keras dan kerjasama dari banyak pihak di pemerintah, nampaknya peningkatan 12 peringkat tidak mungkin dicapai. Lihat saja misalnya, beberapa negara bahkan anjlok secara drastis: Yordania terjun 47 peringkat, Tunisia anjlok 37, Mauritania turun 24, dan Bahrain melorot 23. Penurunan tidak hanya didominasi negara berkembang. Beberapa negara maju pun masuk dalam daftar ini. Sebut saja misalnya, Irlandia anjlok 13 dan Belgia turun 8 peringkat.

Dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat beragam kemajuan e-government di Indonesia. Sebagai contoh, lelang pengadaan online (e-procurement) memasuki babak baru, setelah pada akhir 2011, Instruksi Presiden No. 17/2011, mewajibkan semua lembaga negara menggunakan e-procurement, dengan target yang jelas. Lembaga di tingkat pusat harus menggunakan e-procurement untuk 75% anggaran pengadaan yang dialokasikan, sedang lembaga di daerah, karena beragam pertimbangan (termasuk kesiapan), cukup 40%. Ini terobosan penting, karena dalam Peraturan Presiden No. 54/2010, target ini tidak diatur secara eksplisit, sehingga dikhawatirkan banyak pemerintah daerah yang ngeles.

Selain itu, banyak pemerintah daerah juga berlomba memberikan layanan perijinan yang lebih transparan. Bahkan pada tahun 2010, Kota Yogyakarta, sebagai contoh, masuk dalam peringkat lima dunia untuk kemudahan dalam mendapatkan ijin mendirikan bangunan, dibandingkan dengan birokrasi serupa di 183 negara yang disurvei oleh Bank Dunia.

Apa kabar buruknya? Skor Indonesia (0,495) masih di bawah rata-rata dunia (0,496), dan bahkan wilayah Asia (0,499). Di antara negara Asia Tenggara, Indonesia menduduki peringkat tujuh, di bawah Singapura (peringkat 10 dunia), Malaysia (40), Brunei Darussalam (54), Viet Nam (83), Filipina (88), dan Thailand (93). Apa artinya? Secara keseluruhan, kecepatan perkembangan e-government di Indonesia belum mampu mengejar ketertinggalannya dengan negara-negara lain. Kita bisa lihat dari beragam indikator yang digunakan.

Seperti tahun 2010, peringkat kali ini juga masih diukur dengan tiga indikator ‘gado-gado’: layanan online, infrastruktur telekomunikasi, dan kualitas sumber daya manusia. Peringkat Indonesia untuk ketiga indikator ini berturut-turut adalah 71, 118, dan 93. Apa artinya? Layanan online di Indonesia masih sangat kurang, infrastruktur telekomunikasi harus terus ditingkatkan, begitu juga kualitas sumber daya manusia. Kesimpulan yang sudah bisa diduga dan terkesan klise.

Namun demikian, kondisi mutakhir di Indonesia menunjukkan peluang sekaligus tantangan. Salah satu peluang adalah perkembangan penetrasi Internet di Indonesia yang luar biasa, meskipun masih sekitar 21% dari total penduduk. Menurut data Nielsen, saat ini sebanyak 55 juta penduduk Indonesia telah mengakses Internet, hampir setengahnya (48%) melalui mengakses melalui ponsel, dan sekitar 13% dari perangkat bergerak lainnya (seperti tablet). Pengembangan layanan online e-government melalui ponsel dan perangkat bergerak lain, yang sering disebut dengan layanan m-government (mobile government), harusnya menarik dipertimbangkan untuk masa depan. Di Indonesia beberapa layanan m-government sudah bisa ditemukan, seperti mengecek status aplikasi perijinan melalui SMS. Sektor swasta nampaknya sudah memanfaatkan peluang ini dengan sangat baik, dengan mengembangkan beragam layanan bergerak.

Beberapa tantangan dapat didaftar di sini. Termasuk di antaranya adalah ketimpangan kualitas infrastruktur, kesiapan pemerintah daerah yang beragam, variasi tingkat melek Internet dan TI secara umum antardaerah di Indonesia. Namun, beberapa contoh sukses di lapangan seharusnya memicu banyak pemerintah daerah untuk tidak ngeles dengan beragam alasan. Lihat misalnya, Sragen atau Jembrana. Kedua kabupaten ini tidaklah kaya, tetapi semangat dan niat baiknya dalam memberikan layanan e-government kepada masyarakat telah mengalahkan tantangan yang ada. Dibutuhkan kreativitas di sini. Namun, yang tidak kalah penting adalah adanya political will dari pemimpin, termasuk bupati dan parlemen lokal.

 *Tulisan telah dimuat di Kolom Analisis SKH Kedaulatan Rakyat, 13 April 2012

1 comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: