Jaring asmara

Salah satu perkembangan baik setelah reformasi di Indonesia adalah mulai dibukanya kanal komunikasi yang lebih lugas antara rakyat dan pemerintah. Rakyat sebelumnya diposisikan sebagai objek pembangunan dan dianggap tidak pantas dilibatkan dalam pengambilan keputusan publik. Kini, muncul atmosfer lain. Rakyat dianggap sebagai subjek pembangunan dan suaranya mulai didengar. Banyak pemimpin yang telah sadar bahwa rakyat lebih tahu masalah yang dihadapinya sehari-hari, dan mereka juga dapat mengusulkan solusinya.

Beragam inisiatif telah dikembangkan pemerintah, baik pusat maupun lokal, untuk maksud tersebut: jaring asmara, alias penjaringan aspirasi masyarakat. Beberapa dilakukan dengan cukup serius, beberapa yang lain nampaknya sekedar untuk mendapatkan legitimasi. Beberapa contoh inisiatif yang cukup serius bisa diberikan di sini. Di Yogyakarta, ada Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan (UPIK, upik.jogjakota.go.id) yang dirintis mulai akhir 2003. Sampai akhir 2013, tidak kurang dari 30.000 aspirasi (komplain, pertanyaan, informasi, dan saran) telah masuk. Selain menggunakan media sosial twitter untuk jaring asmara, Bandung juga mengadopsi sistem Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!, lapor.ukp.go.id), yang dikawal oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Jembrana mengembangkan SMS Gateway sendiri untuk keperluan serupa. Di atas, adalah contoh jaring asmara dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI).

Bagaimana yang tanpa bantuan TI? Selama dua hari, 19-20 Februari 2014, saya dan beberapa kolega dari kampus berkesempatan menjadi bagian dari salah satu inisiatif jaring asmara tanpa bantuan TI. Kami mendampingi acara kajian perencanaan strategis yang dilakukan di Ngluwar, salah satu desa di Kabupaten Magelang. Acara dua hari tersebut diikuti sekitar 60 tokoh masyarakat! Tujuannya adalah mencari masukan untuk pembuatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Beragam masalah nyata di lapangan diidentifikasi dengan lugas, dan daftar solusi juga dirumuskan.

Apa pelajaran dari inisiatif jaring asmara ini? Pertama, keengganan pemerintah untuk mendengar aspirasi rakyat mulai berkurang. Untuk itu, diperlukan pemimpin yang ‘berlapang dada’ dan mempunyai ‘usus yang panjang’. Selain itu, pemimpin di pemerintahan harus berani mendengar aspirasi jujur dan tulus dari rakyat. Namun di lapangan, tidak semua pemimpin berani, karena beragam alasan dan kepentingan.

Kedua, dampaknya, rakyat pun mulai mau mengartikulasikan aspirasinya. Sebanyak 60 orang di Ngluwar yang mendiskusikan masalah desa dan solusinya, selama dua hari tidak mungkin terjadi tanpa kepercayaan bahwa suaranya akan didengar. Atau, 30.000 lebih pesan yang masuk ke UPIK di Yogyakarta nampaknya sulit terjadi kalau pesan yang masuk dianggap angin lalu dan tidak pernah direspon.

Ketiga, mekanisme umpan-balik dan kontrol, harus didesain dengan serius, untuk menjaga keberlangsungan komunikasi yang sudah baik. Jaring asmara adalah hubungan kepercayaan antara dua pihak, rakyat dan pemerintah. Ketika salah satu pihak, terutama pemerintah, menciderai kepercayaan ini, yang muncul adalah sikap apatis rakyat. Tidak perlu khawatir, aktivitas rakyat atas terus berlangsung meski dalam skala yang berbeda, meski tanpa dukungan pemerintah. Sebagian besar rakyat sudah terbiasa hidup mandiri. Namun, bagaimana dampak apatisme rakyat terhadap pemerintah? Meminjam istilah santri, wujuduhu ka’adamihi, adanya tidak mengganjilkan atau menggenapkan, alias seperti tidak ada. Jaring asmara yang serius adalah salah satu ikhtiar untuk mencegah hal ini terjadi.

Tulisan ini sudah dimuat dalam Kolom Analisis SKH Kedaulatan Rakyat, 26 Februari 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: