eGovernment Dua Minggu

Satu calon presiden dalam Debat Capres-Cawapres yang diselenggarakan pada 9 Juni 2014 memunculkan pernyataan menarik terkait dengan aplikasi teknologi informasi (TI) di sektor publik (eGovernment). Menurutnya, salah satu strategi menciptakan pemerintahan yang bersih adalah dengan penggunaan TI yang, masih menurutnya, dapat dikembangkan dalam “dua minggu”. Persis seperti dugaan saya ketika mengikuti acaranya melalui layar kaca, saya berkata ke istri, “Pasti sebentar lagi ramai di media sosial.” Memang akhirnya saya lihat, para pegiat, pecinta, dan pemerhati TI memperbincangkan frasa “dua minggu” di media sosial. Dugaan saya ternyata benar. Tetapi, apakah peryataan calon presiden tersebut juga benar?

Jawabannya: tergantung banyak hal yang saling terkait. Beberapa di antaranya, tergantung lensa analisis yang kita gunakan, tergantung bagian pesan yang kita tangkap, tergantung obyektivitas kita, dan karena sekarang sedang musim kampanye, tergantung siapa capres cawapres yang kita dukung.

Pertama, apa lensa analisis kita? Dari kacamata linguistik atau balaghah, pernyataan ini menggunakan majas alias gaya bahasa hiperbola. Persis dengan ungkapan “Pelari itu melesat secepat kilat.” Jika frasa “secepat kita” diartikan “sangat cepat”, maka “dua minggu” dapat dipahami “tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama”. Apakah dalam forum debat, penggunaan majas seperti ini dianggap wajar? Saya yakin tidak ada jawaban tunggal untuk pertanyaan ini. Bagaimana kalau lensa analisis eGovernment yang kita adopsi? Saya percaya beragam jawaban juga dapat muncul.

Kedua, apa pesan yang kita tangkap? Jika pesan yang kita tangkap adalah eGovernment sebagai salah satu solusi untuk menciptakan pemerintah yang bersih, nampaknya hampir semua orang sepakat. eGovernment dapat membantu menciptakan iklim transparansi, akuntabilitas, dan kenyamanan dalam menjalankan “proses bisnis” di pemerintahan. Kualitas layanan yang dirasakan oleh publik juga dapat meningkat. Singkatnya, jika diisi dengan nilai yang tepat, didesain dengan benar, dan digunakan dengan sungguh-sungguh, solusi eGovernment dapat membantu Indonesia menjadi bahwa yang lebih bermartabat. Sebagai warga negara, kita nampaknya harus bersyukur jika pemimpin pemerintahan, siapapun dia, pada tingkat apapun, mempunyai kesadaran dan pemahaman seperti ini.

Tetapi, kalau pesan utama yang ditangkap adalah bahwa eGovernment dapat dikembangkan dalam “dua minggu”, diskusi lain akan muncul. Beberapa orang akan berkomentar: tenane? Sebagian lain menepuk dahi sambil menanyakan: ngerti gak sih? Atau, berseloroh: Superman mana yang mau mengerjakan dan wani piro?

Ketiga, seberapa obyektif kita? Bagaimana kalau “dua minggu” bukan majas hiperbola? Sekali lagi, tergantung banyak hal. Kita dapat mendiskusikan: aplikasi apa yang akan dikembangkan dan bagaimana strategi pengembangannya? Di lapangan, saya temukan banyak aplikasi eGovernment frugal (sederhana, hemat biaya, dapat dikembangkan dalam waktu singkat) yang memberikan dampak bagus untuk peningkatan layanan publik. Namun, banyak juga aplikasi lain yang lebih canggih, yang dampaknya tidak langsung dirasakan oleh publik.

Lebih substantif lagi, apakah eGovernment kita anggap hanya masalah teknis atau juga menyangkut orang dan birokrasi yang melingkupinya? Banyak yang terjebak pada perspektif teknis yang berdampak pada kegagalan aplikasi eGovernment. Meskipun solusi frugal yang digunakan, mengelola orang tidaklah semudah merebut permen dari anak kecil.

Keempat, siapa capres cawapres yang kita dukung? Meskipun disebut terakhir, untuk yang sudah menentukan pilihan sebelum mengikuti debat, faktor inilah yang banyak menentukan komentar kita atas penyataan calon presiden di atas. Anda yang lebih tahu!

Tulisan ini pernah dimuat dalam Kolom Analisis SKH Kedaulatan Rakyat 16 Juni 2014. Tulisan ini dimaksudkan memberikan perspektif, dan bukan mendukung salah satu pasangan capres-cawapres.

 

3 comments
  1. Salam; Saya Agus Prabowo dari Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Yogyakarta salah satu UPT Kemenkominfo, Teman-teman fungsional peneliti di kantor kami membutuhkan upgrading untuk penulisan artikel jurnal dari perspektif TI. Rencananya kegiatan itu akan diadakan hari Kamis, 11 September 2014 pukul 09.00-12.00 WIB. Kami berharap Bapak berkenan menjadi narasumber tunggal untuk kegiatan itu. Jika berkenan, surat permohonan secara resmi akan dikirimkan oleh pihak struktural.

    Demikian, terimakasih atas perhatiannya NB: Mohon kami diberi nomor HP Bapak.

    • Pak Agus Prabowo, Tadi saya juga dikontak oleh Bu Gina(?). Tadi saya sampaikan kalau saya akan di luar Yogya (mulai 16 September) sampai pertengahan Oktober. Kalau 11 September, insya Allah saya di Yogya dan kebetulan pas selo. Monggo kalau diskusi tentang publikasi, insya Allah, dengan senang hati. Untuk nomor hp, bagaimana kalau saya dikasih email untuk mengirimkan, tidak di sini. Terima kasih.

  2. membuat e-goverment hanya dalam 2 minggu.? minggu itu hanya instalasinya bukan developmennya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: