Mendaras Agama Lewat Teknologi

Beberapa hari menjelang Ramadan, sebuah meme gambar menyebar lewat media sosial. Meme tersebut menggambarkan penyuara kuping (earphone, headset) yang dikontraskan dengan tasbih, dan komputer tablet yang dilawankan dengan Alquran cetakan. Pesan yang nampaknya akan disampaikan adalah: penyuara kuping dan komputer tablet adalah musuh dalam beragama. Atau lebih spesifik, kedua artefak harus dijauhi selama Ramadan. Nampaknya, pembuat gambar mempunyai pandangan yang sempit terhadap artefak tersebut, terjebak pada simbol dan perumuman (generalisasi) yang tidak hati-hati. Mengapa?

Bisa jadi yang didengarkan melalui penyuara kuping adalah kajian agama atau murattal Alquran, dan komputer tablet juga digunakan maksud serupa, mendengarkan resitasi Alquran. Tasbih dan Alquran cetakan (bukan teks Alqurannya) adalah artefak teknologi untuk mendukung keberagamaan. Tasbih bisa mewujud dalam bentuk elektronik, Alquran bisa dikemas dalam sebuah aplikasi digital. Kata kuncinya adalah fungsi, bukan bentuk artefak. Penyuara kuping dan komputer tablet mempunyai beragam fungsi yang ditentukan oleh niat penggunanya.

Saya teringat ‘Kitab Fathurrahman li Thalibi Ayatil Quran’, kitab yang berisi indeks Alquran, untuk mencari ayat dengan tema tertentu atau dengan penggalan kata tertentu. Kitabnya sangat tebal. Fungsi kitab tersebut dapat diambil alih oleh teknologi digital telah memungkinkan pencarian ayat Alquran dengan mudah. Banyak aplikasi, baik dalam versi bergerak untuk gawai (gadget) maupun versi daring (online) di Internet. Berikut adalah beberapa contoh.

Situs web http://www.quran.com memberikan berbagai kemudahan dalam mempelajari kandungan Alquran dengan terjemahan beragam bahasa, termasuk tafsir Jalalain (salah satu kitab tafsir paling populer di kalangan pesantren) perayat. Fungsi pencarian layaknya ‘Kitab Fathurrahman’ ditemukan di sana. Menginginkan fungsi terjemahan per kata? Buka corpus.quran.com. Lebih dari itu, situs web ini bahkan memungkinkan kita mengakses resitasi dan arti perkata, serta analis sintaksisnya. Lebih menarik lagi, kita bisa mendapatkan peta konsep dalam Alquran. Peta ini sangat bermanfaat mempelajari hubungan antarkonsep dan ayat dalam Alquran berdasarkan kontennya.

Sebagai contoh, pilih konsep awal physical substance (zat fisis). Konsep ini terkait dengan clay (lempung), silk (sutra), dust (debu), oil (minyak), glass (kaca), coral (batu karang), soil (tanah), pearl (mutiara), mineral (mineral), dan metal (logam). Jika kita telusur lebih jauh, metal yang disebut dalam Alquran terdiri atas brass (kuningan, campuran tembaga dan seng – dalam Alquran terjemahan Kemenag: besi), gold
(emas), silver (perak), dan iron
(besi). Jika ditelisik lebih jauh,
 besi yang dalam bahasa Arab,
 hadid muncul enam kali dalam
Alquran, termasuk dalam ben
tuk Al-aghlal yang berarti ran-
tai besi. Coba lacak konsep lain.
 Situs web corpus.quran.com sangat mungkin memberikan kejutan-kejutan pengetahuan.

Ingin mengakses sumber agama yang lain, Hadis? Buka sunnah.com. sebanyak 13 kitab Hadis masyhur, seperti Sahih Albukhori, Sahih Muslim, Muwatta’ Malik, Bulugh Almaram, sampai Arbain Nawawi, telah didigitalkan di sini. Situs web ini melengkapinya dengan terjemah beberapa bahasa dan fitur pencarian. Ketikkan kata fasting (puasa), sebanyak 1.622 Hadis akan diidentifikasi dari berbagai kitab. Pilih salah satu Hadis yang akan dilihat lebih jauh, kita dapat menemukan terjemah dalam bahasa Indonesia, jika bahasa Arab dan bahasa Inggris masih terasa asing bagi kita.

Pelajaran apa yang bisa kita dapat? Jangan terjebak simbol dan gegabah menyuntikkan nilai peyoratif mati pada sebuah artefak teknologi. Teknologi yang dibingkai niat yang tepat dapat membantu penggunanya mendaras agama. Teknologi bahkan telah membuka akses sebanyak mungkin orang dalam mendaras agama. Tentu, hal ini tidak berarti kita meninggalkan guru-guru kita. Kembali ke ilustrasi pembuka: penyuara kuping bukanlah musuh tasbih, dan komputer tablet bukan lawan Alquran cetakan. Insya Allah.

Tulisan ini telah dimuat dalam Koran Kedaulatan Rakyat, 3 Juli 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: