Archive

Bahasa Indonesia

Tangan saya terasa ‘gatal’ untuk tidak menulis entri blog ini. Masalah ini terlihat sepele, tapi untuk mereka yang peduli terasa menyesakkan. ‘Kegatalan tangan’ ini sudah lama, hanya saja menjadi semakin menjadi ketika tanpa sengaja menemukan sebuah artikel jurnal yang dipublikasikan tahun 2012 yang dalam judulnya termuat kata ‘kotamadya’.

Apa yang salah? Tidakkah dosen para pembimbing mahasiswa sedikit peduli dengan perkembangan lingkugan sekitar? Pertanyaan ini juga berlaku untuk mahasiswa atau siapa saja. Tahukan Anda, sebutan ‘kotamadya’ sudah ‘dihilangkan’ dari bumi Indonesia secara hukum sekitar 13 tahun yang lalu? Sekali lagi, 13 tahun yang lalu, Saudara-saudara! Lha, kok masih ada yang menggunakannnya dalam dokumen ilmiah pada tahun 2012. Read More

Advertisements

“DPR akan segera merealisasikan sistem absen pemindai sidik jari (finger print),” demikian penggalan berita di banyak media pekan ini. Apakah ada yang janggal? Sekilas tidak, tetapi kalau kita cermati, penggunaan kata ‘absen’ menjadikan kalimat tersebut menjadi aneh. Memang dalam keseharian kata ‘absen’ yang berasal dari bahasa Inggris ‘absence’ (kata benda abstrak) atau ‘absent’ (kata sifat), yang oleh KBBI diterjemahkan menjadi ‘tidak masuk’ atau ‘tidak hadir’. Read More

Anda bingung, mana yang benar dan baku? Jika jawaban Anda “ya”, nampaknya teman Anda banyak. Nama kota ini yang juga sekaligus nama provinsi memang paling banyak ditulis secara tidak konsisten dan cenderung diubah-ubah secara brutal di seluruh Indonesia. Beberapa dari kita mungkin akan berkementar, “ngapain repot-repot mempermasalahkan, kayak tidak ada kerjaan saja.” Read More

Anda boleh menganggap tulisan ini penting atau tidak. Hanya saja saya merasa miris dengan pekerja media yang sembrono. Kisah pemboikatan pekerja media sebah stasiun televisi swasta nasional sewaktu sembrono menyampaikan berita Merapi beberapa waktu yang lalu adalah satu satu saja. Dalam keseharian kalau Anda meluangkan waktu sedikit mengikuti berita di televisi, mungkin Anda akan temukan kesembronoan yang lain. Kemarin (02/05/2011) sebuah stasiun televisi swasta menuliskan teks yang mengiringi berita “Merayakan Kematian Obama” (menggunakan “b” dan bukan “s”). Setelah itu saya amati banyak tata bahasa Indonesia yang digunakan dalam teks di layar kaca yang dilanggar dengan sembrono. Read More

Kata “lebay” akhir-akhir ini semakin populer. Tidak hanya di kalangan anak muda, tetapi sudah merambah ke golongan berumur, bahkan Kompas sudah tidak menggunakan kata ini dalam tanda kutip. Misalnya dalam sebuah berita yang tertajuk Banyak Yang Lebay Tanggapi “The Age”. Apakah ada yang salah? Menurut saya tidak ada, karena ini adalah salah satu cara menambah kekayaan berbahasa. Hanya saja, kalau langsung dimasukkan ke dalam ragam baku, di sini diskusi bisa dimulai.  Read More

Pencarian saya di Google menemukan 92.700 entri untuk kata “pertanggungan jawab” dan 1.140.000 untuk kata “pertanggungjawaban”. Jika hasil mesin pencari ini dianggap sebuah pertarungan, maka “the good” telah mengalahkan “the bad”. Kata bentukan yang benar adalah “pertanggungjawaban” dan bukan “pertanggungan jawab”. KBBI mendefinisikannya sebagai berikut Read More

%d bloggers like this: