Archive

Uneg-uneg

Satu calon presiden dalam Debat Capres-Cawapres yang diselenggarakan pada 9 Juni 2014 memunculkan pernyataan menarik terkait dengan aplikasi teknologi informasi (TI) di sektor publik (eGovernment). Menurutnya, salah satu strategi menciptakan pemerintahan yang bersih adalah dengan penggunaan TI yang, masih menurutnya, dapat dikembangkan dalam “dua minggu”. Persis seperti dugaan saya ketika mengikuti acaranya melalui layar kaca, saya berkata ke istri, “Pasti sebentar lagi ramai di media sosial.” Memang akhirnya saya lihat, para pegiat, pecinta, dan pemerhati TI memperbincangkan frasa “dua minggu” di media sosial. Dugaan saya ternyata benar. Tetapi, apakah peryataan calon presiden tersebut juga benar? Read More

Salah satu perkembangan baik setelah reformasi di Indonesia adalah mulai dibukanya kanal komunikasi yang lebih lugas antara rakyat dan pemerintah. Rakyat sebelumnya diposisikan sebagai objek pembangunan dan dianggap tidak pantas dilibatkan dalam pengambilan keputusan publik. Kini, muncul atmosfer lain. Rakyat dianggap sebagai subjek pembangunan dan suaranya mulai didengar. Banyak pemimpin yang telah sadar bahwa rakyat lebih tahu masalah yang dihadapinya sehari-hari, dan mereka juga dapat mengusulkan solusinya. Read More

Good starting point, awal yang baik sangat penting sebagai momentum memulai banyak hal. Tanpanya, banyak waktu dan energi yang terbuang. Sebagai ilustrasi, bandingkan aktivitas harian akan terasa ketika senyum menghiasi bibir kita pada saat bangun tidur dan sebaliknya, ketika amarah menguasai kita.

Namun awal yang baik ternyata tidak selalu menjamin akhir yang baik, ketika kita tidak dapat menjaga kebaikan yang sudah ada dengan serius. Akhir yang baik, happy ending, atau husnul khotimah, inilah yang akan terkenang. Kita boleh jadi dalam bagian episode kehidupan menjadi bajingan (maaf), tetapi kalai kita mati sebagai orang alim, orang akan mengenang yang terakhir. Persis ketika naik pesawat, bisa jadi ada turbulensi di angkasa, tapi senyum dan perasaan lega akan segera muncul ketika pilot berhasil melakukan soft landing, pendaratan yang mulus. Sebaliknya, seorang kyai kalau pada akhir hayatnya menjadi koruptor, akan dikenang sebagai penilep uang rakyat. Panas setahun dihapus oleh hujan sehari, begitu kata pepatah. Karena itulah, dalam tradisi kawan-kawan NU, yang diperingati dalam haul adalah hari kematian kyai. Berbeda dengan Nabi Muhammad, yang diperingati oleh sebagian kawan kita adalah hari lahirnya, karena Nabi adalah ma’shum, terjaga dari berbuat dosa sejak lahir. Read More

Hampir 30 tahun lalu, guru ngaji saya mengajari sebuah hadits: “Tabassumuka ala wajhi akhika shadaqah“. Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. Pada saat itu, saya tidak tahu makna yang terkandung dalam hadits tersebut, kecuali kalau kita mau sedekah tanpa mengeluarkan uang, tersenyumlah. Tidak lebih.

Sekitar dua pekan lalu saya mengikuti pengajian yang diisi oleh seorang ustadz yang juga dokter. Ada pernyataannya yang menurut saya menarik. Perasaan bahagia mempunyai dampak yang baik ke orangnya dalam beberapa jam (enam jam?) sesudahnya. Sebaliknya, perasaan marah mempunyai dampak buruk kepada orangnya lebih lama (12 jam?). Dia menyitir hasil sebuah studi yang saya tidak ingat sumbernya. Ketika mendengar uraian ustadz ini, saya teringat hadits di atas. Read More

Beberapa hari yang lalu, Transparency International kembali meliris Corruption Perceptions Index (CPI) 2013 teranyarnya. Dari lima negara terbersih, empat di antaranya adalah negara Skandinavia: Denmark (dengan skor 91), Finlandia (89), Swedia (89), dan Norwegia (86). Negara ‘terkotor’, dari 177 negara yang disurvei, adalah Somalia (8), Korea Utara (8), dan Afganistan (8). Indonesia berada di peringkat 114, naik empat tingkat dari tahun 2012 (118), meski dengan skor yang sama, 32. Konsisten.

Adakah yang aneh? Bukankah dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah menjalankan banyak inisiatif untuk memerangi korupsi? Tetapi menurut CPI ini, nampaknya belum berdampak. Salah satu inisiatif yang menurut saya, berhasil, adalah sistem eProcurement, pengadaan barang/jasa online. eProcurement sangat penting dalam perang terhadap korupsi di Indonesia. Pada tahun 2011, data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bahwa 80% dari 55.000 pengaduan yang masuk terkait dengan pengadaan barang/jasa pemerintah. Data Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memberikan gambaran serupa: 80 persen dari laporan berhubungan kasus pengadaan barang/jasa. Read More

Anda sangat sedih ketika mobil mewah  yang baru berumur beberapa hari terserempet orang di jalan? Sangat wajar. Apakah perasaan Anda sama ketika mobil Anda diserempet orang yang ke-20 kali setelah satu tahun. Sangat mungkin berbeda.

Sebaliknya, ketika mobil mewah Anda baru datang dari showroom dan menggunakannnya untuk jalan-jalan bersama keluarga, perasahaan bahagia luar biasa Anda rasakan. Apakah perasaan yang sama Anda temukan setelah beberapa bulan berlalu? Kok, nampaknya tidak. Read More

Jawabannya: tergantung. Tergantung di mana Anda berdiri, kepentingan apa yang Anda wakili, dan seberapa dalam pengalaman Anda dalam manajemen perguruan tinggi.

Jika Anda berdiri di perguruan tinggi negeri (PTN), dalam ruang publik, jawaban yang Anda dapatkan cukup menyejukkan hati: sama, tidak ada perbedaan. Tetapi, dalam obrolan privat di belakang, jawaban yang berbeda Anda dapatkan. Jika Anda berdiri di perguruan tinggi swasta (PTS)  tetapi cukup naif dalam berpikir, Anda mungkin berhalusinasi bahwa tidak ada perbedaan antara PTN dan PTS. Sekali lagi, ini adalah jawaban naif, alias polos. Jika Anda masuk dalam kelompok ini, tidak jarang kebijakan atau program yang Anda buat tidak berangkat dari konteks, tetapi ‘asal nyonto’ (atau dipaksa ‘nyonto’). Tetapi, ketika Anda tahu peta, bisa jadi Anda mempunyai jawaban yang sangat berbeda. Read More

Seandainya kampus tidak hanya mementingkan citra
Tentu kegiatan akademik tidak akan kehilangan makna

Seandainya kampus tidak hanya mencetak kuli kapitalis
Tentu riset tidak lagi dipandang dengan sinis

Andaikata dosen dapat menjadi sumber inspirasi
Tentu mahasiswa akan tahu ke jalan mana akan pergi

Andaikata dosen tidak hanya menggugurkan ritual akademik
Tentu spirit perubahan menjadi sesuatu yang sulit ditampik

Sekiranya mahasiswa tidak hanya mengejar nilai
Tentu keikhlasan dalam mencari kebenaran akan lebih berarti

Sekiranya mahasiswa lebih peduli dengan lingkungannya
Tentu bangsa ini tidak terlalu lama dalam nestapa

Ah, seandainya aku tidak hanya punya seandainya
Ah, andaikata aku tidak cuma punya andaikata
Ah, sekiranya aku tidak sekedar punya sekiranya

Kristiansand, 29 Agustus 2013
*Renungan terinspirasi puisi Gus Mus dan lagu Iwan Fals, sambil menunggu cucian kering

Hari ini, untuk kesekian kalinya, saya sengaja menyempatkan diri untuk mengikuti Sholat Jumat di Masjid Kampus UGM. Khutbah baru akan dimulai ketika saya memasuki masjid. Saya tidak bisa melihat wajah khotib karena mendapatkan tempat pada baris pertama tetapi di sisi kiri. Namun, dari telinga saya merasa kenal dengan suara tersebut. Daripada tebakan saya salah, nama beliau tidak saya tuliskan di sini. 🙂

Khutbah tersebut mengingatkan saya kepada mobil yang sudah saya jual sekitar tujuh tahun lalu. 🙂 Lha kok bisa? Nomor cantik mobil tersebut adalah AB 177 FN. Tidak ada yang spesial bagi sebagian orang, tetapi bagi saya itu adalah nomor yang sangat cantik. Read More

Mengapa ketika semakin banyak orang yang terlibat dalam sebuah organisasi, tidak menjadikan organisasi semakin maju, paling tidak, pada kecepatan seperti yang diharapkan. Tim yang bertebaran seringkali tidak memberikan hasil yang optimal. Tugas kelompok yang diberikan dosen kepada mahasiswa tidak memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan tugas individual. Padahal kata orang banyak kepala akan lebih baik. Tanpa sengaja saya menemukan jawab atas kegelisahan yang sudah lama menghantui pikiran, ketika membaca buku karangan Rolf Dobelli, The Art of Thinking Clearly. Jawaban masalah tersebut adalah social loafing, ‘kemalasan sosial’. Bisa jadi, sebagian kita akan menganggap sudah mengetahui jawabannya. Tetapi, bagi saya, konseptualisasi social loafing memberikan jawaban yang imajinatif. Read More

%d bloggers like this: