Beberapa hari menjelang Ramadan, sebuah meme gambar menyebar lewat media sosial. Meme tersebut menggambarkan penyuara kuping (earphone, headset) yang dikontraskan dengan tasbih, dan komputer tablet yang dilawankan dengan Alquran cetakan. Pesan yang nampaknya akan disampaikan adalah: penyuara kuping dan komputer tablet adalah musuh dalam beragama. Atau lebih spesifik, kedua artefak harus dijauhi selama Ramadan. Nampaknya, pembuat gambar mempunyai pandangan yang sempit terhadap artefak tersebut, terjebak pada simbol dan perumuman (generalisasi) yang tidak hati-hati. Mengapa?

Read More

Advertisements

Dalam sebuah konferensi internasional, seorang peserta bertanya ketika saya selesai mempresentasikan eProcurement (lelang online) di Indonesia: Apakah Anda yakin sistem tersebut benar-benar menghapus korupsi? Jawab saya: Tidak seratus persen. Saya jelaskan bahwa korupsi dalam ranah pengadaan barang dan jasa, mencakup semua spektrum, tidak hanya pada saat lelang. “Bau busuk” korupsi dapat tercium mulai pada saat perencanaan atau penyusunan anggaran. Drama kekisruhan antara DPRD dan Gubernur DKI Jakarta (Ahok) dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) adalah buktinya.

Dalam beberapa pekan terakhir, publik diberi tontonan menarik ini. Mengapa menarik? Meskipun ini adalah masalah DKI Jakarta, kisruh ini adalah yang pertama terjadi di Indonesia secara telanjang. Publik semakin dewasa dan lebih peduli dengan masalah bangsa. Diskusi publik di banyak media, termasuk media sosial, adalah indikasinya. Saling tuduh siapa mengubah RAPBD adalah menu utamanya. Ahok menuduh DPRD yang menambah anggaran “siluman” sebesar Rp 12,1 triliun. Sebaliknya, DPRD menuding pihak eksekutif yang melakukannya. Bahkan, kekisruhan ini bereskalasi dalam beberapa hari terakhir, dengan aksi saling melaporkan. Read More

Pernah menemukan tutup botol yang sulit dibuka alias macet? Seorang kawan Anda, A, mungkin menawarkan bantuan membukanya. Dia gunakan ujung kaosnya untuk membungkus tutup supaya tidak licin. Gagal. Seorang kawan yang lain, B, mencoba menggunakan cara yang lain. Tetap gagal. Merasa tertantang, seorang kawan Anda yang lainnya lagi, C, mengerahkan kekuatannya untuk membuka, dengan teknik yang lain. Berhasil!

Read More

Satu calon presiden dalam Debat Capres-Cawapres yang diselenggarakan pada 9 Juni 2014 memunculkan pernyataan menarik terkait dengan aplikasi teknologi informasi (TI) di sektor publik (eGovernment). Menurutnya, salah satu strategi menciptakan pemerintahan yang bersih adalah dengan penggunaan TI yang, masih menurutnya, dapat dikembangkan dalam “dua minggu”. Persis seperti dugaan saya ketika mengikuti acaranya melalui layar kaca, saya berkata ke istri, “Pasti sebentar lagi ramai di media sosial.” Memang akhirnya saya lihat, para pegiat, pecinta, dan pemerhati TI memperbincangkan frasa “dua minggu” di media sosial. Dugaan saya ternyata benar. Tetapi, apakah peryataan calon presiden tersebut juga benar? Read More

Salah satu perkembangan baik setelah reformasi di Indonesia adalah mulai dibukanya kanal komunikasi yang lebih lugas antara rakyat dan pemerintah. Rakyat sebelumnya diposisikan sebagai objek pembangunan dan dianggap tidak pantas dilibatkan dalam pengambilan keputusan publik. Kini, muncul atmosfer lain. Rakyat dianggap sebagai subjek pembangunan dan suaranya mulai didengar. Banyak pemimpin yang telah sadar bahwa rakyat lebih tahu masalah yang dihadapinya sehari-hari, dan mereka juga dapat mengusulkan solusinya. Read More

Good starting point, awal yang baik sangat penting sebagai momentum memulai banyak hal. Tanpanya, banyak waktu dan energi yang terbuang. Sebagai ilustrasi, bandingkan aktivitas harian akan terasa ketika senyum menghiasi bibir kita pada saat bangun tidur dan sebaliknya, ketika amarah menguasai kita.

Namun awal yang baik ternyata tidak selalu menjamin akhir yang baik, ketika kita tidak dapat menjaga kebaikan yang sudah ada dengan serius. Akhir yang baik, happy ending, atau husnul khotimah, inilah yang akan terkenang. Kita boleh jadi dalam bagian episode kehidupan menjadi bajingan (maaf), tetapi kalai kita mati sebagai orang alim, orang akan mengenang yang terakhir. Persis ketika naik pesawat, bisa jadi ada turbulensi di angkasa, tapi senyum dan perasaan lega akan segera muncul ketika pilot berhasil melakukan soft landing, pendaratan yang mulus. Sebaliknya, seorang kyai kalau pada akhir hayatnya menjadi koruptor, akan dikenang sebagai penilep uang rakyat. Panas setahun dihapus oleh hujan sehari, begitu kata pepatah. Karena itulah, dalam tradisi kawan-kawan NU, yang diperingati dalam haul adalah hari kematian kyai. Berbeda dengan Nabi Muhammad, yang diperingati oleh sebagian kawan kita adalah hari lahirnya, karena Nabi adalah ma’shum, terjaga dari berbuat dosa sejak lahir. Read More

Hampir 30 tahun lalu, guru ngaji saya mengajari sebuah hadits: “Tabassumuka ala wajhi akhika shadaqah“. Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. Pada saat itu, saya tidak tahu makna yang terkandung dalam hadits tersebut, kecuali kalau kita mau sedekah tanpa mengeluarkan uang, tersenyumlah. Tidak lebih.

Sekitar dua pekan lalu saya mengikuti pengajian yang diisi oleh seorang ustadz yang juga dokter. Ada pernyataannya yang menurut saya menarik. Perasaan bahagia mempunyai dampak yang baik ke orangnya dalam beberapa jam (enam jam?) sesudahnya. Sebaliknya, perasaan marah mempunyai dampak buruk kepada orangnya lebih lama (12 jam?). Dia menyitir hasil sebuah studi yang saya tidak ingat sumbernya. Ketika mendengar uraian ustadz ini, saya teringat hadits di atas. Read More

%d bloggers like this: