Pelayanan Publik ala Kabupaten Sragen

Senin dan Selasa, 16-17 Oktober 2006, saya bersama dengan kolega dari Agder University College, Ass. Prof. Bjorn Furuholt, berkesempatan bertemu dengan berbagai pengambil kebijakan di Kabupaten Sragen. Maksud kami ke sana adalah dalam rangka penelitian tentang e-government di Indonesia. Sragen kami pilih sebagai starting point karena presetasikan mendapatkan e-Government Award 1007 versi Majalah Warta Ekonomi untuk kategori Kabupaten/Kota.

Salah satu program unggulan Sragen adalah pengembangan Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) sebagai garda depan pintu layanan publik. KPT ini didirikan sejak tahun 2001. KPT tidak lagi merupakan pelayanan satu atap, tetapi pelayanan satu pintu (one stop service). KPT memberikan 52 layanan perijinan dan 10 layanan non-perijinan. Di pintu masuk KPT ditempelkan sebuah papan besar yang dengan jelas mencantumkan lama waktu (dalam hari) yang untuk mendapatkan layanan. Pembuatan KTP, misalnya, di sana dituliskan satu hari. Dalam prakteknya, hanya diperlukan waktu lima menit untuk mendapatkan. Bahkan kolega saya mendapatkan KTP sampel dalam waktu yang lebih cepat dari lima menit. Superb!

Saya juga mendapatkan KTP sampel lengkap dengan foto dan data saya di tingkat kecamatan dalam waktu lima menit. Sebanyak 16 layanan, dari 52 layanan yang diberikan oleh KPT didelegasikan ke tingkat kecamatan. Sebanyak 20 kecamatan di Sragen telah terhubung online dengan sistem di kabupaten. Lurah, dengan mengunjungi kantor kecamatan dapat langsung melakukan video conference dengan Bupati melalui NetMeeting. Tahun 2007, sebanyak 208 desa direncanakan akan terhubung dalam jaringan ini.

8 comments
  1. fer! said:

    waduh canggih tuh bikin KTP nya…cepeet….
    *mohon maaf lahir batin ya Pak…:)*

  2. Fathul Wahid said:

    Sama-sama mas.

  3. Zamzam said:

    salut euy!
    mudah-mudahan Garut, kabupaten saya, bisa ngikutin…
    bupati jagoan saya bisa nggak ya…. hehe..
    mudah-mudahan…
    buat mas wahid, jazakallah informasinya…

  4. Iis said:

    Apakah saya bisa mendapatkan hasil penelitiannya? Terima kasih.

  5. bangga rasanya karena notabene masih berktp sragen. secara tidak langsung saya (sebagai mahasiswa) bisa memperoleh manfaat dari Teknologi Informasi di sragen (ibu seorang pengusaha).
    Tapi saat terakhir mo bikin ktp, harus ke kelurahan dan kudu membayar “uang sukarela”. *sigh .Lain saat proses di kecamatan, memang jepret jadi sih.🙂

  6. riris said:

    asslm.wr.wb.mas fathul. Matur nuwun sudah promosikan kota ayah saya.
    Oktober 2006. Untuk bikin KTP.
    Warga KABUPATEN SRAGEN hanya butuh waktu SATU hari, bahkan 5 menit. PF!

    Oktober 2009. Untuk PERPANJANG KTP.
    Warga Pondok Kelapa, JAKARTA, IBU KOTA NEGARA, butuh waktu DELAPAN HARI. Duh ….!

    wasslm.wr.wb.

  7. nAnieapRiL said:

    nah GiTu bAru naMa nya PeLayanan PriMa…
    jgaN cUmA tEoRi doAnK , Yang Kta NyA iNDOnESIA Tu MNGANuT PrINSIp pElayanan PriMa… tapi prakTek nya sendiri menyulitkan masYarakat, bukan memperMudah. yAntg mesti bayaR lagi lah, yang bERbelitt2 lah, ini lah, itulah….
    yang penTing sistem, serTa staKe Holders nya bener……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: